2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sejak 21 April 2020, berjanji untuk membeli peternakan unggas independen oleh 22 perusahaan mitra, 10 perusahaan telah membeli 221.875 ayam dari 5 provinsi .

Biro Kesehatan Hewan dan Hewan Direktur (Direktur Jenderal) (PKH), Kementan, I Ketut Diarmita menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan tugas independen dari industri ayam, tahap promosi Departemen Pertanian telah selesai.

“Hingga saat ini, 10 perusahaan telah membeli 39% dari target unggas hidup 419.000 ekor,” katanya di Jakarta, Senin (27 April 2020).

Baca: Simpan Petani, Korban PKB Borong Ribuan Ayam PHK

Dia menjelaskan bahwa dia akan terus mengingatkan perusahaan mitra bisnis untuk terus membeli unggas hidup dari peternak independen. Untuk perusahaan mitra yang belum memenuhi komitmen mereka, mereka harus dapat melaksanakannya dengan segera.

“Di bawah perintah direktur peternakan dan produksi Sugiono, tim manajemen harian PKH akan mengawasi proses pembelian unggas hidup setiap hari. Oleh karena itu, saya mengundang semua mitra untuk memenuhi komitmen yang telah mereka capai. Menghilangkan tekanan harga rendah untuk unggas hidup ,”Dia berkata.

Selain itu, Ketut meminta perusahaan broiler dan pakan ternak yang membeli unggas hidup untuk terus menyerap jumlah maksimum unggas hidup yang belum mencapai komitmen penyerapan 15%.

Menurut laporan sebelumnya, data penyerapan burung hidup dari berbagai mitra (yaitu PT). Charoen Pokphand Indonesia dengan ekor 66.720. Indonesian Japfa Comfeed 16.233 ekor, PT. Karya Indah Pertiwi 21600, PT. PT 15232 tail. Ayam manggis 3360 ekor, PT. Super Poultry Jaya 2500, PT. De Hess (PT): Heus 90.339 ekor Intertama Trikencana bersinar dengan 700 orang, PT. Wonokoyo Jaya Corp 3.031 ekor dan PT. Patriot Intan Abadi 2.160 antrian.

Baca: Investasi sedang berlangsung, Lampung meminta untuk melindungi tanah pertanian

Penyerapan mitra unggas hidup didistribusikan di Jawa Barat hingga 134.342, 65.125 di Jawa Tengah, 4.567 di Jawa Timur, dan 2.369 di Yogyakarta , 15.232 ekor di Sumatera Utara. Sedangkan untuk Banten, masih dilaksanakan.

Kamis pagi (23/4), PT Charoen Pokphand Indonesia membeli 1.500 ayam dari peternak independen di Gonggong, Distrik Nogosari, Kabupaten Boyolali dengan harga Rs 15.000 per kg. Ketua Asosiasi Unggas Rakyat Indonesia (Pinsar), Parjuni dari Jawa Tengah juga menunjukkan pembelian tersebut. “Pemerintah merespons. Memutuskan untuk menyerap hasil operasi petani kecil ini kepada perusahaan koperasi atau perusahaan besar. Perusahaan ini. Minggu ini, rencana akan dimulai. Lanjutkan,” kata Parjuni. -Parjuni mengatakan bahwa perusahaan melakukan pembelian dengan harga yang lebih baik yaitu 15.000 rupee per kilogram, sedangkan harga pasar adalah 11.000 rupee per kilogram.

Pada saat yang sama, pada hari Jumat (24 April 2020) di Desa Curug Dendeng, Desa Lulut, Kabupaten Kelapa Nunggal, PT, Bogor. SuperUnggas Jaya juga membeli 2.500 ekor burung hidup di kandang broiler H. Enen yang dipimpin oleh Sugiono, kali ini ia membayar upeti kepada perusahaan mitra yang telah memenuhi komitmen mereka. Sugiono mengumumkan pelaksanaan komitmen penyerapan ini. Penilaian lain oleh mitra yang tulus dan empatik meringankan penderitaan petani dalam pandemi. Covid19.

“Saya harap kita bisa bekerja bersama dengan tulus untuk mengurangi beban petani dan membantu mereka. Terutama di bulan suci, Tuhan Yang Mahakuasa memberkati dia,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan