2020-08-15 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Siaran pers Kementerian Pembangunan Daerah Miskin dan Imigrasi menyatakan bahwa antara Februari dan Maret 2020, angkatan kerja pedesaan di 15.000 desa diuji terhadap kemiskinan, dan tingkat kemiskinan pedesaan turun sebesar 0,03% (2019 Maret 2017 hingga 2019). Bahkan, populasi miskin perkotaan meningkat sebesar 0,69%.

Saat ini, Surat Edaran Menteri Perdesaan PDTT 15/2020 telah menjadikan PKTD sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi pedesaan. Untuk tujuan ini, Anda dapat mengalihkan aktivitas Anda dari pekerjaan konstruksi ke pekerjaan produktif yang dapat dengan cepat membawa manfaat, seperti menanam produk pertanian, memelihara perikanan dan memelihara ternak, serta memelihara penyimpanan, pengolahan makanan, dan aset pariwisata pedesaan.

Baca: Kemendes PDT dorong penyaluran BLT terutama untuk petani

PKTD juga bertujuan memanfaatkan dana Bumdes untuk memberikan dana bantuan kepada petani, nelayan, peternak dan pengusaha mikro di desa.

Potensi PKTD yang sangat besar terbukti selama ini.Bangunan penunjang ekonomi senilai Rp 2 telah dibangun senilai total Rp 31 triliun, memberikan dukungan nyata bagi usaha pertanian dan perkebunan. 240,37 miliar, pengelolaan limbah produksi Rp. 159,81 miliar, pendapatan pariwisata. 32,95 miliar, dan seterusnya.

Alihkan PKTD dari konstruksi fisik ke pekerjaan produksi Diperkirakan PKTD akan kembali mengentaskan kemiskinan sekaligus meningkatkan produksi pedesaan dan konsumsi rumah tangga. (*)

Tinggalkan Balasan