2020-08-15 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kasdi Subagyono, General Manager Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), meminta seluruh perangkat kerjanya untuk melakukan terobosan dan inovasi sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo.

Kasdi mengatakan, selama ini di bawah kepemimpinan Syahrul, Kementerian Pertanian telah merumuskan enam sumbu rencana penanaman besar yang akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan. Saat menghadiri Musyawarah Pembangunan Pertanian (Musrembangtan), Kasdi mengatakan: “Rencana tersebut meliputi pengembangan logistik benih, peningkatan produk dan produktivitas serta optimalisasi lahan, serta peningkatan nilai tambah daya saing dan pangsa pasar.” Senin, 13 Juli 2020, di Pertemuan diadakan di auditorium utama Kementerian Pertanian di Jakarta. -Casdie mengatakan, rencana lain ditujukan untuk memodernisasi perkebunan dan mengoptimalkan pemangku kepentingan. Kemudian, meningkatkan SDM petani dan kapasitas kelembagaan ekonomi. Menurut dia, batas atas anggaran yang digunakan lebih ditentukan oleh manfaat logistik benih dengan total Rp 1,192 miliar atau mencapai Rp 442,8 miliar. , Daya saing dan pangsa pasar 152 miliar rupiah, SDM dan pertumbuhan kelembagaan ekonomi perkebunan 74 miliar rupiah, modernisasi perkebunan 20 miliar rupiah.

Baca: Perkebunan Nusantara III selenggarakan reorganisasi 10 non Anak Perusahaan PTPN – Dalam hal yang sama, Suwandi, Direktur Administrasi Pangan Kementerian Pertanian, mengatakan, sejauh ini enam kegiatan prioritas masih berjalan. Ia mengatakan, enam sumbu itu menyangkut rencana jangka panjang Kementerian Pertanian.

Keenam sumbu tersebut meliputi pengembangan padi, jagung dan produksi gabah lainnya, pengelolaan kedelai dan pengembangan berbagai umbi-umbian, pengelolaan benih, dan perlindungan tanaman terhadap OPT dan pengungsi. – “Selain itu, kami juga fokus pada pascapanen, pengolahan dan penjualan hasil tanaman pangan serta pengupahan, operasional perkantoran, unit manajemen, agen lapangan dan upah tenaga kerja. ‘Uang,’ ujarnya. Dedi Nursyamsi dari Biro Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Jelaskan bahwa indikator kinerja peningkatan sumber daya manusia pertanian terus meningkat kualitasnya .

Baca: Menteri Pertanian dorong budidaya anggrek dan dorong Eka Karya Flora memperluas akses pasar — Menurutnya, peningkatan kualitas tersebut karena fakta bahwa Artinya, hingga saat ini Kementerian Pertanian juga memfokuskan pada kegiatan prioritas peningkatan produktivitas, memadukan keberlanjutan sumber daya manusia dan kepastian pasar. Selain itu, Kementerian Pertanian telah memperkuat database petani dan pendidikan.

“Untuk Pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian yang mengutamakan kegiatan industri dengan mereformasi dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan vokasi serta memperkuat sistem sertifikasi keterampilan. . : Sebuah gerakan untuk meningkatkan semangat usaha kecil, menengah dan mikro pertanian melalui wirausaha pertanian – Sementara itu, sarana dan prasarana pertanian diwakili oleh Andi Nur Alam Syah, direktur Alsintan Administrasi Umum (PSP) bertujuan untuk secara substansial meningkatkan pasokan makanan, tetapi juga untuk terus meningkatkan kualitas akses dan konsumsi makanan.

Target tersebut antara lain 62,5 juta ton GKG beras, 25,38 juta ton PK jagung, dan 463.322 ton daging sapi / kerbau. Perbaikan 269.884 hektar jaringan irigasi tersier, 1.100 unit irigasi pompa, 138 unit irigasi perpipaan, 600 unit pertanian.Dia menyimpulkan, di antara semua unit waduk, 100.000 hektar lahan dioptimalkan dan 20.000 hektar restorasi JUT dikembangkan. teknik. (*)

Tinggalkan Balasan