2020-08-15 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah meminta Kantor Sumber Daya Manusia (Disnaker) di seluruh Indonesia untuk berkolaborasi dan bersinergi selama diskusi “Undang-Undang Ciptaker” -kolaborasi dan sinergi diperlukan untuk memperkuat dan meningkatkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Ciptaker Cluster. RUU itu akan segera diserahkan ke DPR. Pemimpin mengatakan: “Memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul selama dan setelah diskusi DPR tentang RUU Ketenagakerjaan.” Ida Fauziyah mengadakan sesi tenaga kerja di Jakarta dan Kadisnaker Indonesia pada Senin (8 Maret 2020). Rapat koordinasi lapangan.

Ida Menaker menambahkan bahwa bentuk-bentuk kerjasama dan sinergi lainnya selalu memberikan prioritas pada dialog untuk memenuhi keinginan para pemangku kepentingan, untuk memiliki pemahaman positif tentang hukum perburuhan dengan para pemangku kepentingan, terutama kelompok kerja, dan untuk berkomunikasi dengan daerah masing-masing Untuk berkoordinasi dengan lembaga terkait, dan mendukung dan mempromosikan kegiatan komunikasi publik yang terkait dengan “Undang-Undang Kewarganegaraan Klaster Kerja”.

Menda Aida mengatakan bahwa Undang-Undang Kewarganegaraan adalah upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan perlindungan kerja dan kontinuitas, dan meningkatkan perlindungan hak ketika situasi berikut terjadi.

Undang-Undang Ciptaker dirancang untuk memenuhi kebutuhan tantangan ketenagakerjaan. Apalagi saat pandemi Covid-19.

“RUU CK lebih maju dalam melindungi pekerja. Bapak / Ibu juga harus mengirim pesan kepada para pemangku kepentingan mereka. Bill Ciptaker adalah respons terhadap tantangan ini. Pemerintah tahu RUU itu. Undang-undang, perlu diperbaiki, dan bahkan presiden diperintahkan untuk kembali untuk mendengarkan keinginan para pemangku kepentingan, “katanya.

Menurut Menteri Ida, Undang-Undang Ciptaker tidak hanya bertujuan memberikan kesempatan kerja bagi para calon pekerja.

“Perkembangan orang-orang di tempat kerja harus dijamin” tepat ketika dia mengatakan: “Kondisi pandemi Covid-19 membuat kita semakin mempromosikan penyelesaian RUU Ciptaker, karena kita dapat mengurangi tingkat pengangguran Turun menjadi 6,8 juta orang. ”

Menaker Ida mengkonfirmasi, mengingat bahwa jumlah pengangguran telah meningkat menjadi 3,5 juta. Bagi pemerintah Indonesia dan Disnaker, menyelesaikan UU Ciptaker akan menjadi tugas yang serius.

Tinggalkan Balasan