2020-08-15 |  Kilas Kementerian

Provinsi Riau TRIBUNNEWS.COM-Provinsi Riau (Negara Bagian Pembrov) melakukan penanaman serentak di banyak wilayah yang memiliki lahan pertanian, seperti sawah dan perkebunan. -Gubernur Provinsi Riau Syamsuar menyatakan bahwa kegiatan penanaman ini meliputi penyediaan bahan pangan dan pertamanan antara lain padi, jagung, sayur mayur, buah-buahan dan subsektor pertanian lainnya seperti ubi jalar dan ubi kayu. Penanaman jenis ini juga dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga akibat akses yang terbatas.

“Ketika PSBB diterapkan di daerah lain, peredaran pangan dari daerah lain ke daerah kita juga akan dibatasi. Syamsuar berpesan pada Rabu (6/5) di Desa Kuru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar,” Kampanye penyediaan pangan daerah “Kita harus mengharapkan harga sejak dini.” -Syamsuar mengatakan, selama ini Pemprov Riau telah mengatur rencana penanaman sesuai dengan instruksi gubernur kepada bupati dan walikota seluruh Provinsi Riau. Instruksi tersebut meliputi produksi dan Penanaman komprehensif antara akses pasar, penggunaan pekarangan, tanaman sela, dan tanam dalam pot atau dalam pot. ”Tujuannya untuk menjaga keseimbangan antara penawaran dan permintaan guna menjaga stabilitas harga pangan dan pangan. Ia mengatakan: “Kemudian lakukan kegiatan pemekaran, perluasan areal tanam, cetak sawah baru, pulihkan sawah terlantar, optimalisasi lahan, gunakan lahan tidur milik pemerintah atau swasta dan lahan tak terpakai.” – Syamsuar harus dibersihkan oleh Presiden Joko Widodo Instruksi perluasan lahan baru dan kekeringan sedang berlangsung.Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah sejalan dengan RTRW Riau yang ditetapkan pada 2018 yang mencapai 514.130 hektar.

“Kami juga ingin menyampaikan bahwa skala panen yang dilaporkan oleh Dinas Pangan pada bulan April sudah mencapai 9.246,4 hektar.” Padahal produksi beras dari April hingga Juni mencapai 4.043,51 ton. Saya juga harus menunjukkan apakah ada pandemi Covid-19. Kami tidak bisa berpuas diri. Pertanian harus terus berkembang dan tidak boleh berhenti, ”ujarnya. Kampanye tanam gorontalo juga sudah dilaksanakan di banyak daerah. Di sana, petani dan masyarakat diajak memanfaatkan dan mengoptimalkan pekarangan dan ruang terbuka yang berpotensi besar. Namun demikian, Ia memastikan pasokan pangan untuk tiga bulan ke depan dalam keadaan aman dan terkendali.

Tinggalkan Balasan