2020-08-15 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengimbau narasumber dan kampus untuk ikut serta membantu kepala desa menyusun rencana pembangunan desa . -Abdul Halim (Abdul Halim) mengungkapkan salah satu kendala yang menghambat pembangunan desa adalah perencanaan.Selama ini, masih banyak kepala desa yang membangun bukan berdasarkan kebutuhan tetapi berdasarkan keinginan atau keinginan yang sama dengan tetangganya. Desa. Menteri Harim, sebagai keynote speaker pada webinar nasional yang diadakan di Universitas Negeri Malang, Senin (6/6/2020), mengatakan bahwa pihaknya sepertinya sedang kesusahan di lokasi pembangunan. -Julukan Abdul Halim Iskandar, Menteri Gus, mengatakan melalui koneksi dengan guru dan kampus, pembangunan perdesaan akan lebih difokuskan pada prioritas sehingga masyarakat bisa membangun pedesaan. Ekonomi masyarakat pedesaan berkembang.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini melanjutkan, dana desa selama ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan satu desa ke desa lain atau dari satu desa ke desa lain. Kedua, pembangunan infrastruktur harus didasarkan pada manfaat peningkatan ekonomi.

“Misalnya poros desa harus dihubungkan dengan institusi pendidikan, puskesmas atau tempat produksi, baik untuk produksi pangan maupun lainnya,” imbuhnya. -Menteri Gus meminta agar dapat mempelajari dan mengevaluasi perkembangan yang tidak dianggap berdasarkan kebutuhan.

Pada tahun anggaran 2021 mendatang, dana pedesaan harus digunakan dengan lebih bijak berdasarkan kebutuhan atau prioritas yang mendesak.

Di Papua, Papua Barat dan NTT, masih ada sekitar 5.000 desa yang belum teraliri listrik. Oleh karena itu, dasa desa harus digunakan dalam rencana elektrifikasi pedesaan. Tentunya kepentingan belanja internet juga akan bekerjasama dengan Kominfo, Telkom dan pihak-pihak yang berwenang. (*)

Tinggalkan Balasan