2020-08-15 |  Kilas Kementerian

Tanjung Penang TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melakukan tes untuk layanan pilotage elektronik (E-Pilotage) Pelabuhan Batam dan sekitarnya melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim. R Agus H Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, membuka acara virtual pada Senin (29/6/2020) di ruang konferensi Pusat Komando Maritim (MCC) dan Pusat VTS Administrasi Umum Transportasi Laut (Konferensi video) Kategori navigasi Batam adalah Tanjung Penang.

Mengenai kegiatan ini, Direktur Administrasi Umum Transportasi Maritim, kepala Kantor Pelabuhan Batam dan Otoritas Pelabuhan Khusus bertanggung jawab, Direktur Area Navigasi, Direktur Administrasi Umum Transportasi Maritim dan General Manager PT. Persero Indonesia Cabang Batam.

Alat uji bimbingan elektronik yang melewati stasiun Batam Vessel Traffic Service (VTS) ini merupakan yang kedua kalinya setelah 17 Juni 2020. Ke Stasiun Tanjung VTS Pruek Jakarta. Pada bangku tes kedua ini kami berharap semua pihak dapat memberikan pendampingan sesuai peran dan tugasnya masing-masing, sehingga acara ini dapat memberikan referensi untuk pelaksanaan bangku tes e-Pilotage berikutnya di Benoa VTS dan VTS Tarakan. Padahal selalu mengacu pada regulasi nasional dan internasional yang berlaku, ‚ÄĚkata General Manager Agus, Senin (29/6/2020) saat membuka test bed E-Pilotage melalui virtual atau video conference, diwajibkan menggunakan electronic pilotage (E-Pilotage) di perairan Indonesia. Pilotage), melalui Administrasi Umum Angkutan Laut, akan melakukan test stand di perairan Indonesia, khususnya di empat (empat) stasiun Vesse l Traffic Services (VTS) yaitu VTS Batam, VTS Tanjung P riok, VTS Benoa dan VTS Tarakan. – — Penerapan electronic screening (E-Pilotage) di perairan Indonesia, selain untuk meningkatkan pelayanan keselamatan navigasi maritim juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya saingnya.Meningkatkan perekonomian nasional dengan memastikan kelancaran logistik di seluruh wilayah Indonesia.- — Karena didirikannya tempat tidur tes mengemudi elektronik (electronic driving platform) di VTS Batam, maka data dan informasi menjadi sangat penting untuk mendapatkan format pelaksanaan mengemudi elektronik terbaik di Batam dan sekitarnya, karena seperti halnya di VTS Tanjung Priok Ke depan, Administrasi Maritim Negara khususnya Administrasi Umum Navigasi masih akan memiliki tugas yang berat.Selain masalah terkait penerapan electronic reconnaissance (e-piloting), mengingat jumlah kanal aran di Indonesia dan cakupan wilayah perairannya. Hal ini juga membutuhkan penentuan jalur navigasi yang membutuhkan kerja keras dan disiplin terutama dalam penyiapan sumber daya manusia dan peralatan.

Pada saat yang sama, Direktur Navigasi Hengki Angkasawan (Hengki Angkasawan) dalam laporannya mengatakan, Pelaksanaan pilot test atau electronic test bench-Pilotage merupakan salah satu rencana cepat dan sukses dari Administrasi Maritim, terutama untuk mengoptimalkan peran Biro Navigasi. VTS ada di perairan Indonesia.

“Pokok utama pengujian elektronik lanjutan Tujuannya adalah untuk mendapatkan input dan evaluasi untuk mempersiapkan instalasi dan infrastruktur dan peraturan percontohan. Menurut berbagai karakteristik lalu lintas dan Henji yang berbeda melalui sarana elektronik (e-pilot): – Menurut Henkey, dalam proses penerapan bangku tes E-Pilotage di VTS Batam, beberapa lembaga terlibat, termasuk zona navigasi Kelas I di Indonesia. Tanjung Pinang, PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Batam, Kantor Pelabuhan Batam dan Otoritas Pelabuhan Khusus (KSOP Khusus) masing-masing memiliki peran mereka sendiri dalam menerapkan test bed. Mulai dari stand uji bimbingan elektronik (electronic piloting) hingga VTS Batam, pada Senin (29/6/2020), 2 (dua) kapal mengikuti screening elektronik untuk singgah di pelabuhan.

Kedua kapal tunda ini adalah tongkang yang dilengkapi dengan kontainer. Ini adalah jenis kapal yang perlu dipandu. TB Capricon 106 dan TB Capricorn 120 akan memasuki pelabuhan Angin Hitam.amper(*)

Tinggalkan Balasan