2020-08-15 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut mengajak seluruh kapal yang tertambat dan ditambatkan untuk mengeluarkan suara 3 (tiga) nada panjang atau tiga nada panjang pada siang hari. Hari ini, Rabu (7 Agustus 2020).

Tiga bip panjang peluit kapal adalah semacam dukungan untuk kenyamanan penggantian awak. Ini adalah tujuan dari gerakan global “memanggil semua kapal ke pelabuhan”. Horns juga ditunjuk sebagai kepala Organisasi Maritim Internasional (IMO) oleh Administrasi Umum Perkapalan.

Direktur Navigasi dan Urusan Maritim Kapten Sudino menyatakan bahwa gerakan global “Call on all ship to call at ports: Voice” juga merupakan salah satu tujuan dan dukungan dari “Crew Change Virtual Maritime Summit”. Menteri Perhubungan juga Akan berpartisipasi. Kapten Sudiono mengatakan: “Kamis (7/9/2020).

” Kampanye ini merupakan aksi awal untuk mewujudkan fasilitas pergantian awak / pergantian awak yang telah menjadi fasilitas global akibat wabah Covid -19. Krisis seksual. .

Kapten Sudino percaya bahwa kru atau pelaut harus diatur sebagai staf kunci atau staf kunci, terutama pada saat pandemi Covid-19, karena di masa-masa sulit ini, kita harus memastikan bahwa rantai pasokan global terus mendukung ekonomi Nasional. Oleh karena itu, mengingat 80% perdagangan dunia dilakukan melalui laut, maka penting juga untuk memastikan keselamatan dan efektivitas operasi transportasi atau transportasi laut.

“Banyak negara tidak mengklasifikasikan pelaut sebagai pekerja utama, sehingga sulit bagi mereka untuk dengan mudah naik atau turun kapal karena pembatasan perjalanan. Ini menjadi krisis, karena jika awak kapal tidak dapat diubah, maka meskipun kapal ini adalah dunia Perdagangan memberikan peluang 80% bahwa kapal tidak akan bisa berlayar, ”kata Sudiono. Bpk. Sudiono melanjutkan, banyaknya awak kapal menyebabkan kelangsungan rantai pasokan global yang sangat penting tertunda atau terhambat, terutama pada saat pandemi Covid-19. -Oleh karena itu, penting agar perusahaan kargo internasional bisa melakukan pergantian awak / awak di seluruh dunia, selain pembatasan Covid-19 di setiap negara / wilayah, ”imbuhnya. Ia menyatakan. Pergantian awak, salah satunya Item tersebut untuk memberikan kemudahan bagi kargo internasional yang perlu diganti untuk memudahkan pergantian awak / pergantian awak.Selain itu, pada Crew Change Virtual Maritime Summit berikutnya, pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Perhubungan Budi Karia Sumadi juga berencana Menandatangani pernyataan bersama menteri yang mengumumkan dukungannya. Kapten Indonesia Sudiono menjelaskan bahwa dengan menandatangani pernyataan bersama ini, Indonesia mengumumkan komitmennya untuk mengklasifikasikan pelaut sebagai staf utama, dengan demikian memfasilitasi perjalanan gratis pelaut. Ini merupakan layanan yang penting. “Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk menyediakan sarana bagi seluruh pelaut untuk melaksanakan prosedur pergantian awak kapal dan prosedur pemulangan. Tentunya harus mematuhi peraturan perundang-undangan Indonesia saat ini.” Tutup Sudiono. Sebagai acuan, pihak Inggris menginisiasi “Crew Change Virtual Maritime Sum Conference”, undangan terbatas untuk 17 negara / wilayah yaitu Filipina, Indonesia, Jepang, India, Australia, Jerman, Prancis, Denmark, Norwegia, Belanda, Arab Saudi, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat , Singapura, Brazil dan Kanada. Selain itu, konferensi ini juga mempertemukan enam organisasi internasional yaitu International Maritime Organization, British Chamber of Shipping, International Chamber of Shipping, British Maritime, International Labour Organization dan ITF. (*)

Tinggalkan Balasan