2020-08-14 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah mendesak perusahaan Korea di Indonesia menghindari PHK akibat pandemi Covid-19. Mengingat perusahaan dan pekerja tidak menginginkan wabah Covid-19, perusahaan Korea Selatan harus mengutamakan dialog dengan pekerja / karyawan atau menjalin hubungan kekeluargaan. Dalam hal ini, saya yakin dialog atau gaya kekeluargaan akan membantu rukun, “kata Menaker Ida Fauziyah pada konferensi video yang diadakan dengan Kamar Dagang Korea di Jakarta, Senin (27 April 2020). -Dengan Vicon di Korea Duta Besar untuk Indonesia Kim Chang-Beum dan CK Song (Presiden Kamar Dagang Korea di Indonesia) bertemu di hadapan; serta Lee Kang, anggota Kamar Dagang Korea dan Chang-Sub Ahn, presiden Koga. – Meng Da · Menda Ida berterima kasih kepada CK Song, presiden Kamar Dagang Korea (Kartin Korea di Indonesia), yang mencoba menanggapi Covid-19 .

Ida Fauziyah: “Itu saja Jika Anda berdialog dengan kolega Anda dalam kondisi seperti ini, teman-teman pekerja akan memahami kesulitan pemberi kerja. “Pengusaha asing bermasalah dengan ketakutan mereka tidak dapat membayar upah karena memburuknya kondisi produksi, tetapi mereka tidak berusaha untuk menjalin dialog.” Yang perlu dilakukan sekarang adalah menjalin dialog dengan rekan kerja, termasuk masalah pengupahan. Setelah mencoba percakapan, Anda bisa mengatasi rasa takut para pengusaha. Menaker Ida juga mengatakan, pihaknya telah menerbitkan SE Menaker dengan nomor SE M / 3 / HK.04 / III / 2020 yang menyangkut perlindungan pekerja / pekerja dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Seks

ES memuat dua unsur utama, yaitu upaya pencegahan penyebaran dan penanganan kasus terkait Covid-19 di lingkungan kerja; serta perlindungan upah bagi pekerja / pekerja terkait pandemi Covid-19.

Duta Besar Korsel Kim Chang-Beum menyatakan pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 Bentuk kerja sama tersebut menjadikan Indonesia sebagai target bantuan prioritas Covid-19. (*)

Tinggalkan Balasan