2020-08-14 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pada puncak perayaan Hari Internasional Narkotika (HANI) 2020 dalam bentuk virtual, Menpora Zainudin Amali menandatangani perjanjian tentang pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan yang dilakukan oleh 13 kementerian / lembaga Peredaran dan pengelolaan narkotika dan zat berbahaya lainnya, Jumat (26/6/2020) pagi ke lantai 9 Ruang Situasi Kementerian Pemuda dan Olahraga.

13 kementerian / lembaga adalah: Meng Pan RB, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menkers, Mencombham, Menag, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menpola, Panglima TNI, Nasional Kepala Kepolisian, Direktur Biro Personalia Nasional, Direktur Biro Narkotika Nasional, Ketua Komite Instrumen Sipil Nasional (KASN).

Wakil Presiden Maruf Amin (Af.) Dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya pemberantasan Narkotika, Psikotropika, dan Narkoba di Indonesia harus melibatkan semua pihak, termasuk kerja sama internasional, karena Narkoba termasuk kejahatan lintas negara. – — ‚ÄúNarkoba merupakan kejahatan transnasional dan kejahatan luar biasa. Oleh karena itu, pengobatan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Diperlukan kerjasama internasional untuk memutus rantai peredaran narkoba. Karena tingginya hubungan supply dan demand, salah satu penyebab terjadinya peredaran narkoba Itu adalah pencegahan. Wakil ketua mengatakan: “Melalui strategi pengurangan permintaan dan upaya penegakan hukum, kita harus terus menerapkan strategi pengurangan pasokan secara konsisten.” Wakil ketua juga mengutip data PBB. Ada 275 juta orang di dunia yang menggunakan narkoba, terhitung dari 5,6% dari total populasi global berusia 15 hingga 64 tahun.

“Di Indonesia, jumlah pecandu narkoba sendiri meningkat menjadi 3,6 juta pada tahun 2019. Menurut data 2017, ada 3,37 juta orang dengan usia populasi 10 hingga 59 tahun. Meningkat menjadi 3,6 juta pada 2019, dan jumlah siswa yang menyalahgunakan narkoba mencapai 2,29 juta pada 2018. Wapres mengatakan:

Orang yang paling rentan dengan kecanduan narkoba biasanya berusia antara 15 hingga 35 tahun, atau dikenal dengan sebutan Milenial. Jika situasi ini berlanjut, itu akan mempengaruhi kualitas dan produktivitas masa depan negara itu. Dia berkata: “Dalam beberapa dekade mendatang, milenium akan menggantikan generasi yang ada. Mereka harus sehat dan produktif. Mereka harus hidup 100% dan hidup bahagia tanpa narkoba. “(*)

Tinggalkan Balasan