2020-08-14 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Penegakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) Ridho Sani (Ridho Sani) bersama Bitung Maximiliaan J. Walikota Lomban dan BKSDA Kepala Sulawesi Utara Noel Layuk Allo memulangkan 91 reptil Komposisi endemik Indonesia, mamalia dan burung (burung) tiba di Bitong Sulawesi Utara pada Kamis (30/7).

Hewan yang sebelumnya diselundupkan ke Filipina dikapalkan dari Davao ke Filipina pada pukul 7 pagi tanggal 27 Juli 2020. Sore hari waktu Davao, dan pada 30 Juli 2020, WITA tiba di Pelabuhan Bitong di Provinsi Sulawesi Utara.

Satwa ini akan diamati di Pusat Penyelamatan Satwa Liar (PPS) Tasikoki di Bitung hingga siap untuk dilepasliarkan. Selain itu, General Manager Gakkum dan Wali Kota Bitung meninjau proses restorasi di Tasikoki Wildlife Rescue Center lalu dilepas ke habitat aslinya. Ratio Sani mengatakan, pemulangan tersebut dilakukan oleh Direktur Departemen Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kuala Lumpur. Indra Exploitasia juga merupakan agen manajemen (MA) CITES Indonesia. Dia menjelaskan bahwa hasil identifikasi spesies hewan dari Indonesia timur termasuk walabi, kasuari dan gelombang raksasa Papua. Pemerintah Indonesia memiliki 134 hewan hidup. Menurut Pasal 7 dan Pasal Conf Konvensi. Pada 17.8, setelah pertemuan bilateral antara Organisasi Konservasi Satwa Liar Indonesia dan Organisasi Konservasi Satwa Liar Filipina, kedua belah pihak sepakat untuk mengembalikan hewan liar ke Indonesia.

“Keberhasilan pekerjaan repatriasi ini dikaitkan dengan kerja sama banyak pihak yang melakukan kontrak, seperti kerja sama Direktur Jenderal Indonesia. KSDAE, KLHK, Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan Indonesia di Jenewa di provinsi Manila, Davao dan Astara, keuangan Menurut Gakkum Ratio Sani, General Manager Kementerian (Administrasi Umum Bea Cukai), Kementerian Pertanian (Biro Karantina Hewan dan Dinas Kesehatan Hewan), Pemerintah Kota Bitong dan Yayasan Masarang (PPS Tasikoki). -Ratio Sani menyatakan Repratriasi ini berhasil dilaksanakan Jumlah maksimal. Pemulangan atau repatriasi 91 hewan menunjukkan komitmen dan konsistensi pemerintah dalam hal ini. Menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

“Kami tidak akan berhenti menuntut para pelaku perburuan dan kejahatan perdagangan. Hewan dan tumbuhan ilegal. Kejahatan perdagangan satwa liar ilegal ini adalah kejahatan lintas negara yang melibatkan aktor negara. Oleh karena itu, kami telah melakukan kerja sama internasional khususnya terkait pemulangan hewan-hewan tersebut. Kami juga telah bekerja sama dengan banyak negara, termasuk Interpol, untuk menghentikan kejahatan transnasional ini. Dalam beberapa tahun terakhir, KLHK telah menuntut lebih dari 300 kejahatan hewan dan tumbuhan. Ia menambahkan, ancaman para pelaku kejahatan tersebut adalah dengan hukuman penjara lima (lima) tahun.

perwakilan KLHK Ratio Sani menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung upaya penyelamatan satwa tersebut, khususnya Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan Republik Indonesia di provinsi Jenewa, Manila, Davao dan Astara, serta Kementerian Keuangan (Administrasi Umum Kepabeanan) , Kementerian Pertanian (Biro Karantina Hewan dan Biro Kesehatan Hewan), Pemerintah Kota Bitong dan pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu, termasuk Yayasan Masarang (PPS Tasikoki).

Tinggalkan Balasan