2020-08-14 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah mengimbau pengusaha dan pekerja untuk terus memperkuat dialog sosial guna menghadapi dampak Covid-19, terutama terkait dampak pekerjaan. -Kedua pihak harus bekerja sama atas dasar kedua belah pihak untuk menyelamatkan perusahaan dan mencari solusi terbaik — “Solusinya adalah dialog sosial antara pekerja dan perusahaan, seperti halnya kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Kedua belah pihak harus saling menyepakati kondisi yang terjadi. Terbuka. Dalam keadaan saat ini, selama mereka saling terbuka, semua orang akan mengerti, “kata Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah saat menerima audiensi pengembangan SDM media TV di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Menaker menjelaskan bahwa perusahaan dapat mengambil beberapa langkah untuk menghindari PHK.

Termasuk efisiensi biaya produksi, pengurangan gaji level manajemen dan direktur, pengurangan jam kerja (seperti jam kerja, hari kerja dan jam kerja), atau memberhentikan sementara pekerja. “Kami sangat menyadari keadaan industri media saat ini. Namun, Kementerian Ketenagakerjaan kembali berharap agar PHK tidak terjadi. Menteri Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa PHK adalah cara terakhir setelah berbagai cara digunakan sebelumnya. Pengusaha dan pekerja, serta untuk usaha kecil dan menengah. Bangkitnya Kredit Niaga Rakyat (KUR) dan dukungan lainnya bagi pemulihan perekonomian nasional.

Pemerintah juga bersiap mengendurkan kontribusi BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengatakan: “Dengan insentif dan relaksasi semacam ini, kami berharap sahabat bisnis terus bisa bertahan Untuk terus membayar gaji ke THR. Dapat menghindari PHK. “*)

Tinggalkan Balasan