2020-08-13 |  Kilas Kementerian

Lampung TRIBUNNEWS.COM-Chokowi menyayangkan kabar kelangkaan pangan di seantero tanah air saat wabah Covid-19. Chokovi mengatakan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah kekurangan pangan di provinsi atau daerah, dan karena keadaan produksi pangan yang baik di seluruh negeri, dimungkinkan untuk menutup provinsi lain yang surplus. Selama Ramadan, pandemi Covid 19 dan hari-hari setelah Idul Fitri tidak berbahaya. Padahal, petani di Lampung terus memanen dan memproduksi beras pada Mei 2020, dengan sisa 266.110 ton. , Selasa (5 Mei 2020) .

Baca: DPR menyesalkan pemotongan anggaran di lingkungan Kementerian Pertanian

Arinal menambahkan, Pemprov Lampung akan terus bekerja keras dengan mengoordinasikan upaya semua negara Menjamin ketahanan pangan nasional. Ia mengatasi kepentingan tersebut dengan mendukung kegiatan komersial petani, “ini pasti akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan kebahagiaan keluarga mereka.”

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pangan, dan Jasa Hortikultura Provinsi Lampung Kusnadi mengatakan dalam rangka pandemi virus corona ini, diperkirakan produksi beras di Provinsi Lampung mencapai 516.949 ton pada Mei 2020. Beras giling kering tanpa penggilingan setara dengan pasokan beras 330.950 ton. n dan kebutuhan beras bulan Mei 2020 sebesar 64.840 ton.

Provinsi Lampung memperkirakan panen padi bulan Mei hingga Juni 2020 adalah 163.888 hektar (hektar), dengan rata-rata provinsi 5,1 ton / hektar dan rendemen GKG 837.467 ton. Ia mengatakan: “Hampir 68% produksi pertanian berasal dari Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Turang Bawang dan Mesuji.”

Baca: Kementerian Pertanian Tegaskan Produksi Pangan Indonesia Kuat dan Terkendali– –More Kusnadi terus percaya bahwa di bawah pandemi Covid-19, petani Lampung tertarik pada panen padi. “Dia berkata.

Tinggalkan Balasan