2020-08-13 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Walaupun pandemi virus korona mengganggu kinerja ekspor domestik, nilai total ekspor pertanian sebenarnya meningkat 12,66% (year-on-year), dengan volume transaksi US $ 28 miliar. Berdasarkan sektor yang ada, ekspor pertanian sendiri meningkat setiap tahun.

“Pertumbuhan sektor pertanian membawa total ekspor Indonesia menjadi 53,95 miliar dolar AS, meningkat 0,44% year-on-year,” ujarnya. Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat 15 Mei 2020. – Menurut Suhariyanto, ekspor hasil pertanian meningkat 15,15% dari Januari hingga April. Prestasi ini menurutnya lebih baik dari tahun sebelumnya.

Negara tujuan ekspor nonmigas pada April 2020 antara lain China sebesar US $ 2,21 miliar, Amerika Serikat sebesar US $ 1,29 miliar, dan Jepang sebesar US $ 1,04 miliar. Ketiga negara tersebut secara kumulatif memberikan kontribusi 39,24%.

“Padahal ekspor ke Uni Eropa (27 negara) mencapai 1,04 miliar dolar AS,” ujarnya.

“Terkait pandemi Covid-19, ia mengatakan pada conference call, Jumat 15 Mei 2020:“ Kinerja ekspor tentunya merupakan sinyal yang positif, dan saya berharap kinerja ini dapat lebih ditingkatkan lagi ke depannya.

Di sisi lain, angkatan kerja mengalami peningkatan. BPS mencontohkan kenaikan upah tenaga kerja mencapai 0,12%, dari Rp55.254 pada Maret 2020 menjadi Rp55.318 per hari pada April 2020. April 2020 Upah bulanan di pedesaan 0,11%, jadi upah riil sudah stabil.

“Boleh dibilang gaji pekerja pertanian di bulan April stabil”, a-katanya. Namun, bidang lain juga mengalami kenaikan, seperti kimia Dan perlengkapan kelistrikan.

Kepala Publi Kuntoro Boga Andri, Dinas Penerangan dan Hubungan Kementerian Pertanian, mengatakan saat dihubungi Kementerian Pertanian, ekspor produk pertanian masih terus berjalan.Selain 11 komoditas, produk utama masih membutuhkan pasar dalam negeri .– – “Ekspor semacam ini tidak akan mengganggu pasokan pangan dan kebutuhan pokok negara. Ekspor masih didominasi produk perkebunan dan hortikultura. Pemerintah terus menjaga keamanan pangan pokok dan mencukupi stok nasional, ”kata Quintoro.Beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahkan mengekspor sedikitnya 166 hingga 43 komoditas dari 9 gerbang ekspor di Indonesia. Covid 19. Meski pandemi terus berlanjut, sertifikat karantina pertanian elektronik tetap bisa masuk ke pelabuhan Belanda dengan benar. Tekanan produk kami di pasar Eropa selalu tinggi, “kata Kuntoro.

Tinggalkan Balasan