//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Menaker Ida mengalokasikan 1,6 juta set BLK produksi peralatan medis Covid-19 di seluruh Indonesia | s1288 net login_download game adu ayam_sabung ayam judi
2020-08-13 |  Kilas Kementerian

Indonesia TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mendistribusikan 1,6 juta set peralatan medis Covid-19 setelah melakukan pelatihan kejuruan di pusat pelatihan kerja (BLK) di seluruh Indonesia untuk mendukung penanganan Covid-19. Hasil produksi alat-alat medis ini didistribusikan secara bersamaan dan diberikan kepada kelompok kerja pencegahan Covid-19, rumah sakit, lembaga keagamaan, serikat pekerja, dll., Gratis.

“Pemerintah bekerja keras untuk mengembangkan serangkaian langkah-langkah untuk melindungi Covid-19 dan dampaknya, termasuk peluncuran program pelatihan kejuruan di BLK,” Ida Menaker pada upacara pembukaan putaran kedua pelatihan berbasis kompetensi (PBK) dan pelatihan kepada pemerintah pusat Dalam proses penyerahan hasil Covid-19 pelatihan manajemen dampak, pusat mengatakan bahwa Pengembangan Pelatihan Kejuruan Bupati Serang (BBPLK), Kota Banten, Selasa (21/7/2020).

Menurut Menaker Ida, menghadapi Covid-19 Sebagai hasil dari pandemi, Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) telah memfokuskan kembali pekerjaannya untuk mengimplementasikan prosedur respons Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK (UPK BLK, UPTD BLK, dan BLK Komunitas).

Menaker Ida berkata: “BLK bertanggung jawab untuk pelatihan mengelola dampak Covid-19, dan bertujuan untuk menyiapkan dan memproduksi barang / alat yang dapat membantu masyarakat mencegah penyebaran Covid-19.”

Menaker Ida berkata, ya Untuk mempercepat pengelolaan dampak Covid-19 dan meningkatkan sumber daya manusia di kawasan, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan yang dibuat oleh daerah harus sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Dia mengatakan: “Berbagai kebijakan yang dirumuskan adalah bagian dari pembentukan dan penciptaan ekosistem ekonomi nasional yang mendukung dan kompetitif. Covid-19 kepada perwakilan pesantren, serikat pekerja, peserta pelatihan P3MI dan PBK

Peralatan medis yang disediakan adalah 1.700 topeng; 4.000 topeng; 108 barang berbahaya; 16 bak cuci portabel dan 32 bak cuci otomatis. “” Untuk penerima hasil pelatihan manajemen dampak Covid-19, saya berharap alat ini dapat bermanfaat, dan Hal ini dapat digunakan untuk membantu masyarakat memerangi penyebaran Covid-19. -Dia mengatakan – Pada saat yang sama, manajer umum Binalattas Bambang Satrio Lelono mengatakan dalam pidatonya bahwa sejak pecahnya Covid-19, partainya telah mengimplementasikan respons Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK Plan. “Pelatihan BLK bertujuan untuk menghasilkan produk kesehatan Covid-19.

— Bambang Satrio Lelono menambahkan bahwa sebanyak 8.876 peserta BLK telah memproduksi peralatan medis untuk pencegahan Covid-19 di masyarakat.Produksi peralatan medis melibatkan 23 BLK UPTP, 71 BLK UPTD, dan 10 BLK Komunitas. “Dia berkata:” Akibatnya, hingga 1,5 juta topeng, 47.000 APD, 50.000 pembersih tangan, 26.000 masker wajah dan 1.116 wastafel dapat diproduksi. Bambang Satrio menjelaskan bahwa hasil pelatihan manajemen kejut Covid-19 yang diadakan oleh BBBBK Serang telah Disebarluaskan sebagian oleh tim tanggapan Covid-19 di kota dan kabupaten Serang kota. De Cilegon, de Lebak dan de Pandeglang .

Dibantu Walikota Serang Syafrudin; Kepala BBPLK Serang, Agung Nur Rohmad; Ayran Benbei Kepala kantor regional Sekh dan tim Covid-19 Serang. (*)

Tinggalkan Balasan