2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberi Presiden Republik Indonesia bantuan sosial (bansos) kepada pekerja yang diberhentikan dan dipecat di wilayah Jabodetabek, Rabu (17/6/2020). — Menteri Sumber Daya Manusia Ada mengumumkan bahwa menyerahkan bantuan sosial adalah masalah pemerintah bagi pekerja yang diberhentikan.

“Pemerintah bertekad untuk memperhatikan dan memberikan prioritas untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan daya beli warga,” kata Ida Menaker.

Menurut Ida Menaker, pekerja / pekerja adalah kelompok yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. – Menurut data Kementerian Tenaga Kerja per 27 Mei 2020, departemen formal pekerja / pekerja telah memecat tidak kurang dari 1.058.284 orang, dan 380.221 orang telah terkena dampak PHK.

Jumlah Covid-19 orang yang terkena dampak di sektor informal adalah 318.595. Oleh karena itu, totalnya adalah 1.757.464 pekerja / pekerja.

Selain itu, dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa sekitar 100.000 pekerja migran Indonesia telah kehabisan kontrak kerja, dan sisanya telah habis.

Dia mengatakan bahwa jumlah ini akan terus meningkat hingga Agustus 2020. Meskipun penundaan dalam meninggalkan kandidat PMI mencapai 30.000.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk menangani dampak pandemi Covid-19 pada pekerja yang di-PHK dan pekerja yang di-PHK.

Kementerian Tenaga Kerja bertanggung jawab atas sebagian dari langkah-langkah dalam rencana kartu kerja yang diterapkan.

Tinggalkan Balasan