2020-08-12 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, setiap negara di dunia (termasuk Indonesia) mengalami resesi ekonomi. Namun, sekarang kita memasuki era normal baru.Pemulihan UKM telah secara bertahap dimulai, dan ekspor awal ikan tenggiri dan ikan layered ke Cina juga telah dimulai.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, menunjukkan bahwa mengekspor dan melempar 27 ton tenggiri di Cina adalah kelahiran kembali kegiatan ekonomi. Menurutnya, kerja sama ekspor dilakukan oleh PT Anugerah Tangkas Transportindi Group (ATT) melalui Andaran Export Indonesia Hub (AeXI). Saat ini, PT ATT dan AeXI MSME Export Center telah bekerja sama dengan Rumah Change untuk menggabungkan produk-produk nelayan dari berbagai daerah, masyarakat yang tinggal di luar negeri mencari pasar di China. Kerja sama ini sangat baik, dan memang mendorong ekspor usaha kecil dan menengah. (13/6/2020).

Teten mengakui bahwa UMKM tidak dapat di ekspor sendiri, sehingga banyak aspek kerjasama yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, menurut dia, pemerintah saat ini tengah mendorong ekspor produk UMKM. Diharapkan mencapai 14% tahun ini dan dua kali lipat pada tahun 2024. Ia mengakui perikanan Indonesia memiliki potensi yang besar, dan 96% produk sektor perikanan adalah UMKM. Pada saat yang sama, bahasa Mandarin yang murah harus digunakan untuk mendorong perkembangan ekonomi Indonesia. Itu ditunda kemarin karena pandemi Covid-19. Tujuan kami saat ini adalah 14%, dan pada tahun 2024, tujuan kami adalah menggandakan angka itu. Kita bisa mulai mengkonsolidasikan prestasi nelayan yang 96% sektor perikanannya berasal dari UKM. Teten berkata: “Kami memiliki potensi ikan yang besar, jadi ekspor kami ke China hari ini sudah tepat,” kata Menteri Teten. Bersamaan dengan itu, melalui AeXI, pihaknya akan membantu AeXI untuk mengedukasi, mempertahankan, dan mengerami produk untuk menjamin ekspor produk yang berkualitas. Menkop UKM menyadari ada 4 produk ekspor. Ia mengatakan, jangan sampai terjebak pada pandemi yaitu ikan. , Arang kelapa, rempah-rempah dan empat produk. Banyak perusahaan kecil dan menengah terlibat. Berdasarkan pengalaman banyak negara dan penelitian yang dilakukan UI, UMKM yang dapat tumbuh dan berkembang adalah UMKM yang menjalin kerjasama dengan perusahaan besar. Sayangnya, hanya 5% dari kita yang memiliki koneksi dengan perusahaan besar.

Tinggalkan Balasan