2020-08-12 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan kegiatan uji mengemudi elektronik tahap pertama di empat (empat) stasiun Vessel Traffic Service (VTS) di perairan Indonesia. — Pelaksanaan tes Pekerjaan ini dilakukan di empat (empat) stasiun VTS pada bulan Juni 2020 dan Juli 2020, yaitu VTS Batam, VTS Tanjung Priok, VTS Benoa dan VTS Tarakan.

Evaluasi terutama pada Destinasi wisata di Yogyakarta ini dinilai menjadi salah satu industri yang mampu menghidupkan kembali perekonomian, sekaligus memperhatikan kesepakatan kesehatan pandemi Covid-19.

Baca: Kemenhub Raih Predikat WTP BPK dalam Laporan Keuangan 2019 — -Menurut selesainya tes E-Pilotage Tahap I (test stand) kepada Direktur Departemen Navigasi Hengki Angkasawan, penyelesaian pekerjaan harus diselesaikan oleh Administrasi Umum Perhubungan untuk mengevaluasi dan mengevaluasi seluruh proyek percobaan. – “Alh amdullilah hari ini (Rabu, 29 Juli 2020) melalui Ditjen Perhubungan Laut dan pemangku kepentingan terkait telah mengambil langkah yang sangat penting dalam penerapan sistem umpan elektronik,” kata Hengki. -Dia melanjutkan, “Kami sedang melakukan penilaian bersama terhadap g. Guna menilai dan menentukan langkah selanjutnya, seperti merumuskan regulasi-Baca: Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk memprediksi puncak kendaraan saat Idul Adha-yang harus dicapai di masa mendatang Level, sumber daya manusia, dan kerangka hukum untuk implementasi regulasi. “–Selain itu, Hengki menyatakan bahwa selain meningkatkan keselamatan maritim dan jasa perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia, penerapan panduan elektronik (E-Pilotage) juga menjadi bagian penting dari cabang transportasi laut. Proyek yang cepat dan sukses dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan stasiun kapal jasa transportasi (VTS) di wilayah pelayaran.

Baca: Libur Idul Fitri Panjiang (Fang Jang Idul Fitri), Libur Al-Adha, Ini yang Dilakukan Kementerian Perhubungan

– “Bahkan di masa mendatang, konsultasi elektronik akan membantu memastikan keamanan maritim Efisien dan tepat waktu pelayanan di lapangan dan pengurangan biaya logistik nasional berdampak, ”kata Hengki. Terkait evaluasi tes E-Pilotage, Hengki mengatakan evaluasi menggunakan metode observasi langsung dan metode angket yang diberikan kepada pemangku kepentingan terkait, antara lain: ABK, Pandu, operator VTS, dan pengamat angket untuk mendapatkan formasi peserta utama tes mengemudi elektronik. Dan data utama.

“Dari evaluasi secara keseluruhan, penyelenggaraan bangku tes mengemudi elektronik dilakukan dalam 4 (empat) periode waktu yaitu, VTS Batam, VTS Tanjung Priok mengatakan:“ Baik dalam penggunaan fasilitas maupun di organisasi terkait Dari segi cara bimbingan dan komunikasi, baik Benoit VTS maupun Taracan VTS dapat menjalankan pekerjaannya dengan lancar. Diakui Hengki masih banyak hal yang perlu ditingkatkan ke depan, antara lain koordinasi dengan instansi terkait, kapabilitas sumber daya manusia, dan perlu atau tidaknya regulasi atau framework yang komprehensif. Penerapan electronic driving legal. Untuk uji coba E-Pilotage tahap pertama Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak terkait, terutama bidang pelayaran, kepala kantor pelabuhan dan departemen yang berkompeten, kepala operasi pelabuhan dan pejabat Bandan (BUP), ”kata Hengki. .

Baca: Kementerian Perhubungan selenggarakan peningkatan kapasitas operator dan teknisi telekomunikasi

Selain itu, kapasitas SDM operator VTS harus ditingkatkan sesuai standar IALA, dan fungsi sistem d “VTS harus ditambah. Fungsi atau alat yang membantu VTS mengambil keputusan berdasarkan General Manager Marine Connection No. 287 / DJPL / 2020, dan secara teratur memelihara fungsi atau alat. – Tujuannya untuk memastikan keandalan pengembangan dan sosialisasi peralatan VTS yang melibatkan KSOP, area navigasi, Pandu dan BUP (*)

Tinggalkan Balasan