2020-08-12 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah meminta pengusaha dan pekerja untuk terus memperkuat dialog sosial untuk menangani dampak Covid-19, terutama dampak terkait pekerjaan.

Kedua pihak harus bekerja sama untuk menyelamatkan perusahaan dan menemukan solusi terbaik. — “Solusinya adalah dialog sosial antara pekerja dan perusahaan, seperti selama kampanye pemilihan Departemen Tenaga Kerja. Kedua belah pihak harus saling terbuka ketika terjadi sesuatu. Selama mereka terbuka satu sama lain dalam keadaan saat ini, semua orang akan mengerti,” Sumber Daya Manusia Menteri Ida Fauziyah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan pemirsa HRD di media televisi. (Selasa, 28 April 2020, Jakarta). Perusahaan dapat mengambil banyak langkah untuk menghindari PHK-termasuk: produksi yang hemat biaya, manajemen yang lebih rendah dan gaji setingkat direktur, pengurangan jam kerja (seperti jam kerja, hari kerja dan lembur), atau dia berkata: “Kami mengerti Kondisi industri medis saat ini. Namun, Kementerian Ketenagakerjaan kembali berharap agar PHK tidak terjadi. Menteri Tenaga Kerja menjelaskan bahwa PHK merupakan cara terakhir setelah berbagai metode digunakan. Pemberi kerja dan pekerja serta kredit komersial rakyat untuk usaha kecil dan menengah ( KUR) dan dukungan lainnya untuk pemulihan perekonomian nasional.

Pemerintah juga sedang mempersiapkan untuk melonggarkan kontribusi BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengatakan: ‚ÄúDengan insentif dan relaksasi seperti ini, kami berharap para sahabat bisnis dapat terus bertahan agar dapat terus bertahan. THR membayar gaji. Dapat menghindari PHK. “*)

Tinggalkan Balasan