2020-08-12 |  Kilas Kementerian

Kalimantan TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mendan) SyahruI Yasin Limpo mengunjungi kebun gabah dan lokasi yang disengaja untuk kerja tunai irigasi di bekas rawa gambut di Kecamatan Pendih Batu, Kecamatan Pendih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (10 /) 6). -Kali ini Menteri Pertanian mengungkapkan, rencana sektor pangan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan sektor pertanian secara merata. Diharapkan melalui rencana ini produksi pertanian akan sangat meningkat sehingga permintaan dalam negeri dan pasar ekspor meningkat. Perintahkan saya untuk mempersiapkan provinsi tengah kalimantan menjadi lumbung padi. Pak Gubernur, ini tantangan yang bagus buat kita, ”ucapnya.

Berbagai tanaman pangan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Bahkan, pemerintah juga akan membangun sarana dan prasarana produksi pertanian, seperti waduk. Dan waduk. Irigasi.

“Saya akan mengurangi berkebun, lalu menebang pepaya, sayuran, peternakan, dan tanaman lainnya. Saya pikir itu bayangannya. Jadi kalau bicara soal makanan, daerahnya bukan hanya nasi dan jagung. Kami membuat konsep berdasarkan cluster. Makanya tiap areal harus dipetakan. Kita gabungkan. Ada banyak petani, banyak hal, dll, “katanya. Pangannya beragam dan luas tanamnya 164.000 hektar. Semoga cara ini bisa membantu. Provinsi tetangga meningkatkan produksi pangan. “Oleh karena itu, mohon Gubernur, Pangdam, DPRD bersama kami, Pak Danham, Pak Kapolda, Pak Cabinda dan Kejaksaan Tinggi untuk membangun dan mengembangkan pangan ini. Daerah. Proyek Perkebunan Gabah .

“Di Kalimantan Tengah, kita punya potensi pertanian, seperti Kotawaringin di timur dan Barito di timur. Karena itu, kita harus membangun pertanian yang lebih baik. Terima kasih Menteri atas bimbingan Anda. Dalam banyak kasus, sebagai pemerintah daerah, kami siap bekerja. Ini adalah kepercayaan yang sangat luar biasa. Karena itu, kita harus menyambutnya dengan hangat. Menteri Kalteng sudah siap. Sebelum presiden datang, kita semua harus siap, >> katanya.

Sebagai acuan, Kalimantan bagian tengah merupakan daerah yang subur dan padi persawahan INPARI-42 dan padi hibrida SUPADI sudah berhasil dikembangkan Varietas padi baru yang unggul. Selain beras, provinsi ini juga berhasil memproduksi jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional. Sebagai contoh, produksi jagung pada tahun 2015 mencapai 8.940 ton sekam kering, dan produksi jagung pada tahun 2019 sebesar 71.000 hingga 118.000 ton sekam kering meningkat hampir 1000%.

Oleh karena itu, luas areal persawahan di Kalimantan Tengah mencapai 186.510 hektar pada tahun 2018. . Terkait Keputusan Menteri ATR / BPN Nomor 686 / SK-PG.03 / XII / 2019 tanggal 17 Desember 2019 tentang Penetapan Kawasan Nasional seluas 486 Ha yang meliputi Sawah di 136 Negara pada Tahun 2019

Tinggalkan Balasan