2020-08-11 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali mengawasi Olimpiade Tokyo di cabang angkat berat Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) di lantai 9 Grroom Pemuda Senayan Sitroom di Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2020) sore. Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia meminta semua atlet yang menerima pelatihan nasional untuk menjaga disiplin dalam program pelatihan yang terlatih.

Dalam semua kasus, termasuk saat terjadi pandemi seperti saat ini, jika tidak ada peluang, Menteri Pemuda dan Olahraga RI akan terus memastikan agar pembinaan olahraga nasional ditindaklanjuti. Tinjauan virtual ini menyaksikan proses angkat besi yang mempersiapkan Olimpiade Tokyo, yang ditunda karena pandemi Covid-19 dan akan dilakukan tahun depan (23 Juli hingga 8 Agustus 2021). – “Pelatnas berlatih tiga olahraga, kami menonton bulu tangkis, angkat besi dan menembak. Kali ini adalah PB PABBSI, karena angkat besi adalah olahraga yang bertujuan untuk memenangkan medali emas, salah satunya adalah yang Eko Yuli Irawan harapkan. Saya mengatakan kemajuan sebelumnya Bagus, “katanya. -Weightlifters International punya berita khusus, ketika dia mendengar bahwa dia terlatih di rumah dan memiliki hubungan dekat dengan keluarganya dalam obrolan, dia sering berlatih. Anggota keluarga juga harus mematuhi disiplin. Bayangkan melanjutkan olimpiade, “Tokyo akan datang, jika tidak mimpi akan hilang.”

Seperti dilansir Waketum PB PABBSI Djoko Pramono, ada rencana yang disebut “Tes Prestasi Progress”, yaitu kompetisi internal yang ditujukan untuk Untuk beradaptasi dengan kompetisi standar International Weightlifting Federation (IWF), sama pentingnya bahwa semua peraturan harus dipatuhi dengan ketat ketika menerapkan “Peraturan Sanitasi.” Seharusnya tidak ada lagi di seluruh gedung hari ini, katanya, lebih dari 30 orang.

Pada saat bersamaan, angkat besi dipastikan lolos olimpiade, Eko Yuli Irawan (kelas 61kg), Windy Cantika Aisyah (kelas 49kg), Nurul Akmal (kelas 87kg). Sedangkan yang masih lolos kualifikasi adalah Rahmat Erwin Abdullah (kelas 73 kg), Triyatno (kelas 73 kg).

The “Best Female Weightlifter” dalam tes sukses baru saja menduduki peringkat pertama di Windy Cantika Aisyah. (Nilai 287.17), Nurul Akmal (nilai 262.28) di baris kedua. Juara pertama Putra diraih Eko Yuli Irawan (skor 429,19), dan juara kedua diraih Rahmat Erwin Abdullah (skor 410,76).

Marciano Norman, Ketua Pusat KONI, KOI Indra Gamulya, mantan Ketum PABBSI Adang Dorojatun, pelatih kepala Dirja Wihardja dan perwakilan pelatih segera menjadi saksi. (*)

Tinggalkan Balasan