2020-08-11 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan masih mengkaji dan mengusut jenazah awak kapal Indonesia yang diangkut ke laut dari Tiongkok. Mengingat kejadian ini terjadi di luar negeri, “kata Plt. Binapenta dan Aris Wahyudi, Direktur Jenderal Partai Pekerja Kurdistan Kementerian Sumber Daya Manusia, Kamis (7/5/2020) di Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta. Dalam siaran persnya, Kementerian Ketenagakerjaan akan fokus pada berbagai aspek penyidikan, yaitu pelanggaran hubungan kerja dan pelanggaran standar ketenagakerjaan, khususnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia.

— Jenis-jenis pelanggaran yang akan diinvestigasi antara lain: Izin kerja, kondisi kerja dan izin kerja, kerja paksa dan kekerasan di tempat kerja, perdagangan manusia, kemungkinan mempekerjakan anak, fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

“Kami tegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak akan mentolerir Setiap pelanggaran prosedur penempatan perusahaan dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja. Kami akan mengambil langkah tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku, ‚ÄĚkata Aris. Perusahaan angkutan (Ditjen Hubla) juga sudah menerbitkan SIPPAK (Izin Rekrutmen dan Penempatan Kru) bagi agen penempatan yang biasa disebut dengan agen manajemen. Hormati hak pekerja, ini Satu masalah bisa segera diselesaikan, “kata Aris. (*)

Tinggalkan Balasan