2020-08-11 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengunjungi pedagang kecil yang menjual barang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan selepas siang, Rabu (6/5/2020) untuk berbuka puasa. Sambil membagikan masker untuk pedagang, antre membeli makanan di warung, ojek tradisional dan ojek membagikan masker, Teten juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang memakai masker kain untuk olahraga.

“Kami mengambil tindakan untuk memakai masker non medis bagi para pengusaha, terutama pengusaha mikro yang beberapa diantaranya sudah dewasa, karena harus mendapatkan uang dan tidak bisa mencapai social distancing. Mereka juga harus mematuhi kesepakatan Covid-19,” Teten Beritahu wartawan.

Menurut Teten, kampanye untuk mengenakan topeng kepada pengusaha adalah penting karena mereka milik orang-orang yang rentan terhadap Covid-19.

Dengan memakai masker, pedagang kaki lima dapat bergerak dengan lebih aman atau mengurangi risiko tertular virus. — “Para pebisnis ini punya koneksi dengan banyak orang dan juga jualan makanan. Jika mereka tidak mengikuti perjanjian Covid-19, virus akan menyebar lebih banyak lagi; dan mereka memang butuh penghasilan dan terus mencari nafkah. Dia menyatakan di rumah …

Tujuannya adalah untuk mengurangi permintaan pasar akan masker medis dan meningkatkan peluang pendapatan usaha kecil dan menengah yang memproduksi masker non-medis.

“Gerakan memakai masker semacam itu sekarang tersebar luas. Teten mengatakan: “Ini adalah produk yang dihasilkan oleh UMKM. Kami juga mendistribusikannya melalui LAZISNU, kemudian mendistribusikannya ke pedagang pasar di usaha kecil menengah dan pedagang menengah.”

Salah satu penggagas kampanye, Arto Biantoro memakai topeng Kabarnya, pada langkah ini pihaknya berkonsentrasi pada pembagian masker. Untuk pedagang di Jabodetabek.

Tinggalkan Balasan