2020-08-11 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Menteri Desa, Daerah Rentan dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) di Forum Pendidikan Tinggi Pedesaan (Pertides) di Jakarta pada Selasa (6/2/2020) Praktikkan halalbilhalal. Seperti panggilan akrabnya, dia mengimbau perguruan tinggi dan universitas anggota Pertides untuk membantu desa melaksanakan rencana pembangunan lima hingga enam tahun.

– Menurutnya, pendampingan perguruan tinggi sangat penting, sehingga perencanaan pembangunan harus memenuhi kondisi, permasalahan dan kebutuhan desa.

“Jika kepala desa, kader desa dan masyarakat tidak memahami masalah yang dihadapi desa, kami tidak akan dapat membahas masalah tersebut. Oleh karena itu, bagaimana cara menanyakan masalah dan kemudian mensistematisasikannya dalam beberapa cara. Katanya.” Menteri Gus Dikatakan bahwa masih banyak warga desa yang tidak mengetahui bahwa desanya mengalami masalah. Menurutnya, kesadaran harus ditingkatkan agar seluruh masyarakat sadar akan masalah di desanya.

“Tentunya tanpa bantuan akan sulit menemukan permasalahan tersebut.” – Selain itu, ia juga mengatakan bahwa saat ini Kementerian Pembangunan Pedesaan dan Kementerian Pembangunan dan Imigrasi Daerah Tertinggal (PDTT) sedang menyusun desa terkait. Peraturan terkait Kementerian Suku Tertinggal dan Imigrasi (Permendes PDTT) adalah tentang prioritas yang Anda gunakan untuk dana pedesaan di tahun 2021.

Dia berpikir bahwa ada formula baru untuk memprioritaskan penggunaan dana pedesaan, yang dapat memenuhi kebutuhan 74.953 desa di Indonesia.

“Kita perlu mempertimbangkan bagaimana Izin dapat menyediakan ruang peningkatan yang cukup untuk desa berdasarkan masalah desa. Namun, di sisi lain, perlu ada tanda-tanda bahwa penggunaan dana desa tidak bias,” katanya. -Di sisi lain, Panut Mulyono, Presiden Pertides, menyatakan bahwa Pertides memiliki komitmen dan keinginan yang kuat untuk membantu dan berkontribusi dalam pembangunan desa. Daerah yang jauh dari perkotaan. Dalam perencanaan ini, siswa mendapat kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam pembangunan desa. Mahasiswa tidak perlu menunggu wisuda untuk berinteraksi dan membantu menyebarkan ilmu di masyarakat pedesaan, ”ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan