2020-08-10 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Selama wabah Covid-19 di Indonesia, kreativitas pemasaran produk dari banyak perusahaan kecil dan menengah sedang diuji. Salah satunya, melalui dunia maya yang juga dikenal dengan media sosial. Hal yang sama juga dilakukan Darmono dari merek e’Sambelin, salah satu produsen sambel khas UKM.

Darmono mengatakan, sejak maraknya virus Covid-19, ia menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan mempromosikan virus Covid-19-nya. Produk sambal unik.

“Terima kasih konsumen, minat konsumen masih tinggi,” kata Darmono dalam keterangan yang diterima Tribunnews, Senin (4/5/2020).

— Baca: Sandiaga mengaku telah dipecat. Uno memberikan tips 3M agar UMKM tidak selamat dari pandemi corona yang semula di Darmono, yang memesan Sambar berasal dari komunitas teman. Setelah dari mulut ke mulut, pesanan Zambal dari komunitas lain datang. “Kuncinya adalah kreativitas, baik dari segi pemasaran maupun kualitas produk,” kata Darmono. — Dari segi rasa, saus e’Sambelin khas Cak’Mono ini juga memiliki rasa yang beragam, ukuran botolnya 150mm, selain rasa sambal biasa juga ada rasa ikan, petai dan tongkol jagung. . Harga ditetapkan antara Rp 30.000 dan Rp 35.000. Sedangkan untuk rasa cumi, Rp.45.000. “Pengecer bisa mendapatkan cash back atau potongan harga Rp 5.000,” kata Darmono sembari menyebut dirinya bisa memproduksi ratusan botol sambal per pesanan.

Meskipun pesanan dari Jabodetabek masih mendominasi, pesanan dari Zanbar sudah mulai meningkat di beberapa bagian Indonesia. “Banyak pesanan juga mulai di luar Jakarta,” kata Damono. Kenyamanan. Namun, dia akan terus memprioritaskan elemen higiene.

Kedepannya, e’Sambelin akan terus berinovasi dan berkembang dalam hal kualitas produk, varian rasa dan inovasi pemasaran. Darmono menyimpulkan: “Wabah Corona merupakan kegiatan yang dikembangkan UMKM di kelas dalam hal kreativitas, inovasi, keuletan dan cara memanfaatkan media sosial secara maksimal.” (*)

Tinggalkan Balasan