2020-08-10 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah merumuskan 8 rencana khusus untuk memprediksi dampak ekonomi dari epidemi COVID-19 terhadap koperasi dan UMKM negara tersebut.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, pada pertemuan virtual dengan Panitia Keenam DPR-RI, Kamis (02/04/2020), mengatakan ada 8 rencana yang sedang dikembangkan untuk mengurangi dampak COVID di sektor KUMKM. pengaruh. Dia berkata: “Pertama-tama, kami telah mengusulkan langkah-langkah stimulus daya beli untuk usaha kecil dan menengah dan produk koperasi. Ini dikomunikasikan pada rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Yokowi, dan sekarang telah menerima sekitar 2 triliun dolar AS sebagai dukungan.” – – Program kedua mendukung dan menyederhanakan “jarak sosial”, tetapi pada saat yang sama kios juga dapat beroperasi dengan baik. “Kami bekerja sama dengan 9 klaster makanan BUMN dan organisasi masyarakat, dan ada program belanja di kios terdekat Program ini sebenarnya di tingkat RT. Di warung tingkat tetangga, kami telah memperoleh pasokan barang sehingga mereka juga dapat menjual ke tetangga secara online. Toko online sederhana akan dapat mengatakan darinya. “

Ketiga, Rencana restrukturisasi dan subsidi tingkat bunga untuk pinjaman usaha mikro masih dibahas dengan Kementerian Keuangan. -Rencana keempat adalah mereorganisasi untuk memberikan penghargaan khusus kepada koperasi melalui LPDB KUMKM.Rencana kelima juga mempromosikan penyediaan masker untuk staf medis dan masyarakat umum dengan mendorong penggunaan masker kain dalam olahraga. Sangat cocok untuk siapa saja yang terpaksa harus keluar rumah dan mengajak UMKM dari berbagai daerah untuk berproduksi.

Kemenkop dan UKM juga memproduksikan koperasi dan UMKM dengan menyediakan masker distribusi, hand sanitizer dan APD (alat pelindung diri) yang dibutuhkan tenaga kesehatan saat ini. Selama periode rencana keenam, partainya mencoba untuk memasukkan sektor mikro, yang cukup besar untuk menjadi paling rentan terhadap COVID-19, dan cluster akan menerima sertifikat pra-kerja untuk pekerja harian. Ini juga sangat penting, yaitu bantuan tunai langsung. Anggaran disiapkan oleh Kementerian Keuangan, tetapi kita bisa menjadi salah satu distributor bantuan langsung semacam ini, yang sebenarnya merupakan bantuan sosial yang diperluas, “katanya. Untuk KUMKM, pengembalian nilai tambah dapat dilonggarkan. Tetten mengatakan: “Kami berharap bahwa delapan langkah mitigasi ini akan memiliki dampak ekonomi positif pada peserta Qom KM. “(*)

Tinggalkan Balasan