2020-08-09 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2020 dan telah mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, jumlahnya mencapai 100,09, naik 0,49% dari NTP sebelumnya. Alasan kenaikan ini adalah bahwa indeks harga (Itu) yang diterima oleh petani meningkat sebesar 0,47%. -Selain itu, nilai tukar NTUP perusahaan pertanian keluarga di seluruh negeri juga telah meningkat sebesar 100,53 atau 0,28%. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding NTUP bulan lalu, ”kata Direktur Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto, dalam keterangan yang diterima, Senin, 3 Agustus 2020. Menyumbang 3,57 persen. Seiring dengan berlanjutnya sektor pertanian Pertumbuhan, pencapaian ini adalah rekor yang baik.

“Peningkatan NTP membuktikan bahwa pemerintah bekerja keras setelah penurunan bulan lalu,” katanya. Sebaliknya, Suhariyanto mengatakan bahwa butiran pabrik Harga beras juga mengalami perkembangan yang baik. Angka ini dapat dilihat dari 1.629 transaksi penjualan beras kerang di 28 provinsi hingga Juli 2020. Gabah kering panen (GKP) mencapai 60,28%, dan tanah kering Gabah (GKG) 20,81% dan gabah 18,91%. Dengan demikian, pada Juli 2020 harga rata-rata GKP tingkat petani mencapai Rp 4.788 per kilogram atau lebih tinggi, harga eks pabrik Rp 4.883 per kilogram akan naik 4%, atau bulan lalu. 1,32% dari harga gabah dengan kualitas yang sama

“Jadi harga rata-rata GKG di tingkat petani adalah Rp 5.451 per kilogram, turun 6,74%. Lalu, harga rata-rata MPD di tingkat pabrik Rp 5.601 per kilogram. Penurunan 5,99%. ”Harga beras berkualitas tinggi dan bebas lambung di tingkat petani adalah Rs 4.387 per kilo, meningkat 0,29%, sedangkan kualitas di tingkat pabrik adalah Rs 4.487 per kg, peningkatan 0,39%.” – Dalam hal informasi, nilai tukar petani (NTP) ) Adalah indeks kesejahteraan petani, di mana perhitungannya menggunakan rasio antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani. Selain NTP, ada NTUP, yang merupakan indikator untuk menentukan tingkat petani. Kesejahteraan petani (*)

Tinggalkan Balasan