2020-08-09 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Wilayah Miskin dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar bertemu pada Sabtu (8/1/2020) di Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur Kepala desa (Kades). – Menteri Halim mengenakan pakaian tradisional Madura, terutama hitam dan merah.

— Ketika Menteri Gus tiba di tempat, julukannya disambut oleh parade Madurian (Ul Daul). Menteri Perkenalan Gus dan Bupati Pamekasan Badrut Tammam.

Baca: Kemendes Kembangkan Dana Desa Rp 36 Triliun untuk PKTD

Setelah itu giliran Salawatan menyambut dokter honorer daerah dan memberikan santunan kepada anak yatim piatu. -Di bawah kepemimpinannya, Menteri Gus mengakui dengan julukannya bahwa bahkan di posisi terdepan di Pulau Madura, Pamikasang telah mengalami perkembangan yang cukup cepat.

“Keberhasilan ini tidak hanya diatribusikan kepada Bupati, tetapi juga kinerja para Kepala Desa. Dan Lurah Pamekasan. Terima kasih atas kinerja yang luar biasa,” kata Menteri Gus .

Menteri Gus menjelaskan bahwa tujuan pembangunan desa harus dijelaskan kepada masyarakat agar dapat segera dipahami – desa tanpa kemiskinan berarti desa – desa yang dipimpin harus bebas dari kemiskinan. Jika masih ada, solusi terbaik harus ditemukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan sampai tidak ada lagi.

“Dax, sebuah desa tanpa kelaparan. Penting untuk tidak mencegah penduduk desa tidak dapat makan atau hanya makan sekali sehari. Anda harus berusaha sebanyak mungkin untuk makan tiga kali sehari.” Mantan ketua Dewan Legislatif Jawa Timur.

Baca: Dengan Luncurkan Desa Aman Covid-19, Kementerian Kesehatan mulai kemungkinan menghabiskan 1 hingga 2 miliar rupiah dana desa untuk ketiga topeng, pendidikan berkualitas. Ini penting untuk menentukan keberhasilan pembangunan. Menteri Kabinet mengapresiasi program pendidikan yang digagas Pamekasan.

Tinggalkan Balasan