2020-08-09 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-langkah-langkah kreatif perlu segera diambil untuk menanamkan kesadaran pribadi selama pandemi dan mengubah ekonomi rakyat menjadi normal baru. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Kamis (2 Juli 2020) bahwa ekonomi dapat berkembang selama pandemi Covid -19. -Terima kasih akrab Lestari, Rerie, mengatakan bahwa kegiatan sosial kreatif di tingkat RT / RW dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membiasakan warga mengenakan topeng, menjaga jarak dan sering mencuci tangan. Dia mengatakan: “Itu dapat dicapai melalui demonstrasi langsung, dan dapat ditarik kembali melalui lagu atau bentuk kreativitas lainnya.” – Pendapat Leary terkait dengan keputusan Pemerintah Provinsi DKI di Jakarta untuk memperpanjang periode transisi sosial berskala besar. Batas untuk dua minggu ke depan (PSBB).

Menurutnya, karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi prosedur kesehatan selama pandemi Covid-19, tujuan transisi pertama PSBB ke Jakarta DKI belum tercapai.

“Tiga hal pertama, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai topeng menjadi kebiasaan baru warga. Melalui interaksi sosial relawan masyarakat, RT / RW dapat melibatkan relawan dari PKK atau Jumantic. Di antara mereka, kata Rerie .

Legislator partai NasDem percaya bahwa selama pandemi Covid-19, berbagai model sosialisasi langsung dan kreatif untuk keluarga dapat secara efektif meningkatkan kesadaran masyarakat tentang implementasi perjanjian kesehatan. “Tentu saja, setelah upaya untuk menanamkan pemahaman baru, setiap pemerintah daerah harus kreatif dan menyediakan fasilitas tambahan, seperti masker dan fasilitas mencuci tangan, sesuai kebutuhan. “

Ambil langkah-langkah sederhana dan kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Menurut Rerie, komunitas yang terkena pandemi Covid-19 adalah modal penting bagi komunitas untuk terus bertahan dan menciptakan sumber pendapatan baru. Kemudian ia menyebutkan ramalan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang dijelaskan oleh Kementerian Keuangan pada akhir Juni 2020. Dalam penjelasan ramalan itu, disebutkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional terganggu oleh peningkatan pengangguran dan kemiskinan .— Dia menjelaskan bahwa tahun ini , Pemerintah berusaha mengendalikan laju pertumbuhan PDB dalam skenario negatif 0,4-1%. Meskipun skenario ini bukan skenario yang baik, ini adalah skenario bertahan hidup, sehingga perekonomian tidak akan menurun. Pertumbuhan itu berpotensi meningkatkan jumlah orang miskin dari 3,02 juta menjadi 5,71 juta, demikian pula ia menambahkan bahwa tingkat pengangguran akan meningkat dari sekitar 4,03 juta menjadi 5,23 juta Singa. Dia berkata: “Jadi, saya mengundang semua warga negara, tidak hanya Warga DKI Jakarta, bekerja sama dan tetap sehat untuk pembangunan ekonomi. “(*)

Tinggalkan Balasan