2020-08-08 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo merilis produk ekspor kacang mete dan mengolah minyak CNSL (kacang mete cair) dan produk lainnya (seperti dedak gandum, lada dan dedak cengkeh), dengan total nilai ekspor 23,7 miliar Jenis produk. De Salodon di Makassar (Rabu) (22/4/2020). Menteri mengatakan: “Hari ini, kami merilis lima kontainer kacang mete yang diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat, dan terus menjual pelet ke Cina, yang bernilai tinggi.” Selain itu, Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa ekspor produk pertanian ini adalah Bentuk nyata kegiatan yang dilakukan oleh sektor pertanian untuk mendukung ekonomi dengan mematuhi protokol sanitasi yang ketat selama wabah Covid-19 untuk memastikan bahwa makanan harus disediakan, sehingga mendukung pembangunan ekonomi. Menteri Pertanian menjelaskan bahwa saat ini kita berhenti untuk kepentingan pertanian secara keseluruhan, namun kita tetap harus memperhatikan kesehatan.

Baca: Menteri Pertanian Syahrul memprakarsai inovasi ATM pertanian Sikomandan

Epidemi Covid-19 telah menjadi citra sejati masyarakat saat ini, tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada ekonomi dunia. Oleh karena itu, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa kegiatan ekspor adalah cara untuk mendukung perekonomian dengan menargetkan solusi medis dan menargetkan ketahanan pangan penduduk.

“Hanya ada 1.200 orang padat karya, dan ekonomi pertanian masih berjalan. Itu sehat, dan mencuci tangan (di wastafel) tidak boleh kurang dari satu meter. Nusa Tenggara Timur .– – “Aktivitas makanan seperti itu perlu dipercepat. Itu harus berhenti, harus terus, tetapi harus mengikuti teknologi kesehatan pemerintah. Kacang mete adalah apa yang kita miliki, dan kita harus memperluas cakupan promosi mereka. Dalam pidatonya, Mantan memberikan angin segar kepada integrator produk penanaman. Dalam pidatonya, Mantan menyatakan: “Kebun kacang mete harus diperkuat lagi, dan itu akan menjadi pohon koperasi kami di masa depan, dan akan dikonsentrasikan pada 6 juta pohon di masa depan.” . Direktur Impor dan Ekspor Mayorx Agung Wisnu Broto menjelaskan bahwa sebagai bagian dari kegiatan bisnis bulanannya, ia dapat mengirim 50 karton mete ke berbagai negara tujuan ekspor. Volume pengepakan rata-rata per kontainer adalah 16 ton. Rata-rata, kami mengirim hingga 50 kontainer ke hampir semua negara setiap bulan. “Jika kacang mete olahan adalah minyak CNSL yang dikirim ke China, India, dan Korea Selatan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar non-fosil maka hasilnya 21 ton per kontainer per hari,” kata Argonne. (*)

Tinggalkan Balasan