2020-08-08 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah, melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), telah memberi wewenang kepada ribuan pekerja yang diberhentikan (PHK) dalam program padat karya sebagai respons terhadap pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah membiarkan pekerja yang diberhentikan menyemprotkan desinfektan di banyak perusahaan. Binwasnaker dari Kementerian Tenaga Kerja dan Iswandi Hari, Direktur Jenderal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), menyemprotkan disinfektan di Kawasan Perdagangan Bebas Ciscing Nusantara (KBN) di Jakarta pada Selasa (7/4/2020) — Iswandi (Iswandi) Terungkap dalam dua bulan bahwa Kementerian Tenaga Kerja telah mendaftarkan penggunaan korban PHK dan mereka yang terkena dampak Covid-19 sebagai semprotan desinfektan. Semprotkan lokasi target di 20 lokasi di zona industri.

“Dalam program padat karya ini, kami memberikan hadiah 300.000 rupee / orang untuk penyemprotan desinfektan. Target penyemprotan kami adalah 20 lokasi,” katanya.

Penyemprotan pertama dilakukan secara simbolis oleh Menaker Ida Fauziyah di kawasan ramai Kagon di Nusa Tara (KBN) timur Jakarta, Kamis (26/3/2020). – Kedua, penulis utama disinfektan semprot: Iswandi Hari di Jakarta Pulo Gadung, Jakarta, Kamis (2/4/2020). Setiap semprotan selalu ditemani oleh seorang profesional PPE yang memenuhi standar-Iswandi menjelaskan bahwa pemerintah telah merevisi rencana padat karya untuk menghadapi epidemi Covid-19 – saat ini, salah satunya adalah padat karya Tenaga kerja tipe plan bertujuan untuk menyemprotkan desinfektan di area perusahaan kawasan industri bagi pekerja yang di-PHK dan pekerja terdampak Covid-19. – “Modifikasi rencana padat karya ini ditujukan pada kebutuhan dan potensi komunitas e-lokal, atau pengembangan tenaga kerja intensif. Iswandi Hari mengatakan:” – Iswandi berharap untuk membuat pekerja yang di-PHK dan Partisipasi pekerja yang terkena dampak Covid-19 akan memungkinkan pekerja mendapatkan lebih banyak pendapatan dari insentif yang diberikan oleh program padat karya. -Menurut Iswandi, kegiatan penyemprotan desinfeksi dilakukan selama pandemi Covid 19 untuk menginspirasi teman-teman yang diberhentikan dan terkena dampak Covid-19. “” “Intensitas tenaga kerjanya tinggi, dan pekerja yang diberhentikan ditemani oleh para profesional. Banyak pihak harus berpartisipasi, terutama dunia bisnis (industri),” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan