2020-08-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah mengadakan panggilan konferensi dengan para pemangku kepentingan industri pariwisata untuk berbicara dan menemukan solusi untuk epidemi Covid-19. Terkena pandemi Covid-19. — “Kami berada dalam situasi yang sulit. Jika kami bekerja bahu-membahu dengan Corona, saya harap kita bisa melewati masa yang sulit ini.” Dan Asosiasi Hotel dan Hotel Indonesia. (PHRI) pada konferensi video di Jakarta pada Senin (23 Maret 2020). – Hampir 90 menit, Menda Date mengadakan konferensi video dengan Husni Mubarok, Presiden FSPM; Bertindak sebagai Ketum FKAMIPARHO KSBSI, Sulastri, Ketum FPPPIKT Sarbumisi Baetul Koeri; Ketua FSP REF Sofyan Abdul Latief; Ketua KSPSI Yorrys Raweyai; Sekretaris Jenderal PHRI-Maulana ยท Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia Yousland dan PHRI Rudi Santoso-Sekretaris Jenderal PHRI Mullana Yousland mengungkapkan dalam sebuah konferensi video bahwa sejak Januari tahun lalu, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi industri pariwisata, terutama hotel dan restoran. paling berpengaruh. — “Jika tingkat hunian kurang dari 40%, kami tentu saja tidak mampu membayar biaya operasi kami. Maurana berkata.

Menurut hasil pengumpulan data semua wilayah PHRI di Indonesia, Maurana mengatakan bahwa dampak korona tidak hanya di Maurana Berkata: “Kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini bersama.

Yorrys Raweyai menanggapi secara positif tindakan yang diambil Menaker menanggapi tren perkembangan epidemi korona

S Dalam kebanyakan kasus, pekerja adalah pekerja tetap. , Atau pekerja, kegiatan outsourcing yang sangat dipengaruhi oleh pandemi Convid-19 mulai bermasalah.

Tinggalkan Balasan