2020-08-08 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuat pernyataan menarik di sela-sela pertemuan tingkat pertama dengan Parlemen Indonesia. Orang pertama dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara singkat berbicara tentang reorganisasi kabinet.

Pada awalnya, Menteri Tito membahas pertemuan dengan anggota Republik Demokratik Rakyat sehubungan dengan diskusi tentang pemilihan di distrik Peppu. Dia mendengar bahwa beberapa orang mengatakan dia lebih suka pertemuan DPR daripada rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Dia merasa perlu membalikkan situasi. Dia menghadiri pertemuan di Republik Demokratik Rakyat atas arahan Presiden dan atasan kabinetnya. Ini berarti bahwa sebelum menghadiri pertemuan, ia telah meminta izin presiden sebelumnya. “” Pada pertemuan kemarin, teman-teman anggota DPP mengucapkan terima kasih kepada saya untuk berpartisipasi dalam Konferensi Peppe saat ini, dan membahas Konferensi Peppe dua kali, dan mengatakan bahwa saya akan menentukan Peppe sehubungan dengan pertemuan presiden terbatas. Prioritas rapat umum salah. Saya meminta izin kepada Presiden untuk berpartisipasi dalam pertemuan diskusi Perppu ini, karena ini adalah masalah yang sangat penting. Menteri Dalam Negeri mengatakan secara rinci. -Dia mengatakan bahwa dia juga meminta persetujuan Presiden sebelumnya untuk pertemuan ini. Dia mengatakan: “Ini adalah izin yang saya minta.” – Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa itu adalah tugasnya untuk menghadiri pertemuan dengan izin Presiden. Maka tidak terkait dengan masalah reorganisasi atau wacana. Selain itu, ia meminta dukungan. Baginya, masalah reorganisasi adalah urusan Allah SWT. Reorganisasi kabinet adalah hak prerogatif presiden.

“Saya sangat yakin bahwa semua posisi disahkan oleh Allah SWT dan ditentukan oleh hak prerogatif Presiden. Oleh karena itu, kita harus menghormati segalanya. Kemarin, tidak ada yang mengatakan saya tidak terlalu khawatir tentang pengocokan. Puas, teman saya kemudian berpikir bahwa saya akan memberi perintah. Tidak, saya tidak pernah meminta teman-teman saya di DPR untuk menyampaikan pendapat mereka. Tidak, ini bisa spontan. – Menteri Dalam Negeri Tito mengatakan bahwa dia mengerti salah satu tugas utama saat itu. Ini adalah untuk mempertahankan pemilihan untuk melaksanakan pemilihan secara berlebihan dan aman. 19 “-Allah bersedia dalam kasus keadaan khusus baru Covid-19, dan berharap bahwa, berkat kerja sama kita semua, kita tidak akan menjadi sarana untuk menyebarkan Covid-19, Itu sudah pasti, jadi saya katakan lagi: “Saya hanya ingin bekerja sendiri. Orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan keputusan hak istimewa presiden harus dihormati.” (*)

Tinggalkan Balasan