2020-08-08 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Selama wabah Covid-19 di Indonesia, kreativitas pemasaran produk dari banyak usaha kecil dan menengah sedang diuji. Salah satunya adalah melalui dunia maya alias media sosial. Produsen sambel khas UKM merek e’Sambelin Darmono juga telah mengambil langkah yang sama.

Darmono mengatakan bahwa sejak munculnya virus Covid-19, ia telah menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan memasarkan produknya. Darmono mengutip pernyataan Darmono dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh Tribunnews, Senin (4/4/2020): “Terima kasih, minat konsumen masih tinggi.” Baca teks lengkap: Sandiaga mengaku telah dipecat. Uno memberikan kiat-kiat 3M untuk mencegah UMKM bertahan dari pandemi korona-awalnya di Darmono, orang yang memesan samba berasal dari komunitas teman-teman. Setelah dari mulut ke mulut, pesanan Zambal dari komunitas lain datang. Darmono mengatakan: “Kuncinya terletak pada kreativitas, pemasaran, dan kualitas produk.” Sejauh menyangkut rasa, “saus khas Sambelin Cak’Mono” juga memiliki banyak rasa. Ukuran botolnya 150 mm. Selain bumbu samba yang biasa, ada variasi ikan teri, pisang, dan kuping.

Membaca: Lima tips penting untuk usaha kecil yang berjualan secara online selama epidemi korona – yang terakhir adalah varian rasa cumi-cumi. Harga ditetapkan antara Rp 30.000 dan Rp 35.000. Sedangkan untuk rasa cumi, Rp.45.000. “Reseller bisa mendapatkan cash back atau diskon Rp 5.000,” kata Darmono, menyebutkan bahwa ia dapat memproduksi ratusan botol sambal per pesanan.

Meskipun pesanan dari Jabodetabek masih mendominasi, pesanan dari Zanbar sudah mulai meningkat di beberapa bagian Indonesia. Darmono mengatakan: “Banyak pesanan juga telah dimulai dari Jakarta.” Membaca: Melalui webinar berbagi kata sandi, kiat perusahaan selama pengemasan terkait korona, e’Sambelin juga dapat memperoleh plastik praktis dengan cara yang sederhana. paket. Namun, dia akan terus memprioritaskan elemen higiene.

Di masa depan, e’Sambelin akan terus berinovasi untuk mengembangkan dalam hal kualitas produk, varian rasa dan inovasi pemasaran. Darmono menyimpulkan: “Wabah korona ini adalah arena bagi UMKM, dan kemajuan dapat dibuat di kelas melalui kreativitas, inovasi, keuletan, dan cara menggunakan media sosial.” (*)

Tinggalkan Balasan