2020-07-08 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, era BOGOR-Industrial Revolution 4.0 mengharuskan dunia bisnis dan industri untuk merespons perubahan untuk mempertahankan bisnis mereka. Seperti sumber daya manusia, sikap reaktif harus diadopsi untuk tetap kompetitif.

— Hal ini disampaikan oleh Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah pada pidato pembukaan acara “Kemnaker on Campus” di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Kabupaten Bogor, Kamis (13/2) “Kita hidup di era di mana manusia bukan satu-satunya mesin. Kita bersaing dengan robot dan mesin karena pesatnya perkembangan teknologi,” kata Menaker Ida. -Menaker menjelaskan di depan mahasiswa UNUSIA bahwa era keusangan ekonomi ini tidak cukup untuk menghadapi inovasi dan kreativitas saja. Namun, yang juga harus diperhatikan adalah kecepatan menyelesaikan tugas.

“Tidak peduli siapa yang lebih pintar dan siapa yang lebih kuat, pendidikan dan keterampilan sangat penting”, tetapi kita harus ingat bahwa cepat akan mengalahkan semua lambat. Menaker berkata: “Menanggapi perubahan akan mengalahkan mereka yang tertidur di zona nyaman.” Menaker juga menjelaskan bahwa era digital akan menciptakan banyak peluang bisnis dan membuat atmosfer bisnis lebih kompetitif. Peluang bisnis di masyarakat: Karena kegiatan bisnis dan bisnis tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan modal Menghadapi persaingan di era digital, Menaker menjelaskan bahwa Kementerian Tenaga Kerja telah memperkuat pengembangan sumber daya manusia dalam beberapa tahun terakhir.

Di antara mereka, program magang 2019 telah menukar 210.000 orang di rumah dan di luar negeri, dan kemudian meningkatkan 257.240 orang melalui PBK. Program peningkatan produktivitas membantu 18.800 orang dan peningkatan produktivitas. Selain itu, kemampuan dan keterampilan hampir satu juta orang telah disertifikasi. Kata Menaker.

Selain itu, peluang untuk memperoleh keterampilan akan ditingkatkan hingga Kementerian Tenaga Kerja menetapkan 1.113 BLK komunitas pada tahun 2019. Rencananya akan menambah 2.000 orang di komunitas BLK pada tahun 2020.

“Ini adalah Mengapa kepemimpinan Presiden Zoekov di fase kedua berusaha memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia dan meningkatkan sistem pendidikan kita. Apa tujuannya? Tujuannya adalah untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkualitas tinggi di Indonesia. “

Tinggalkan Balasan