2020-08-07 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 tidak menghentikan Menpora Zainudin Amali untuk terus berinteraksi dengan orang-orang muda dan atlet olahraga.

Kali ini dari situasi di dalam ruangan di lantai 9 Senayan Graha Pemuda di Jakarta Pusat, Senin (18/5) / 2020 sore kemarin, Mopora menanggapi Pengawal Pemuda Nasdem (Pengawal Pemuda Nasdem) Permintaan untuk membahas “nasib gerakan Indonesia setelah pandemi dan pandemi 19”. Berpartisipasi dalam diskusi melalui media Zoom Meeting (Pelatih Persela) Lamongan Nil Maizar, Ketum PB PBI (Asosiasi Bowling Indonesia) Percha Leanpuri, Ketua DPD Bidang Olahraga dan Pemuda Nasden, Moh Haerul Amri, Penjaga Waketum Pemuda Pemdem Kresna Dewanata, dan lainnya Menpora, ketua pesta olahraga Adien Jauhna Dewanata, mengatakan bahwa lebih dari 200 negara / wilayah telah merasakan pandemi Covid-19, dan setiap negara melakukan yang terbaik untuk memutus rantai distribusi di berbagai wilayah. Ya, ada yang penuh, setengah atau PSBB terkunci seperti Indonesia. Sekarang, dia secara efektif memiliki pangkalan militer dan dapat menjaga jarak darinya. Khusus untuk dunia olahraga, ia sangat berpengaruh. Kompetisi telah berhenti dan peristiwa besar tahun ini dihilangkan. Konsekuensinya akan menumpuk di tahun mendatang, meskipun tidak jelas kapan pandemi akan berakhir atau kapan itu akan terjadi. Setidaknya hanya beberapa negara yang akan populer. “Setelah bekerja keras untuk memutus rantai pandemi Covid-19, akan ada semakin banyak acara olahraga yang harus disiapkan tahun depan. Akankah kita berhenti dan menunggu?” Tanya Menteri Pemuda dan Olahraga. “Tentu saja tidak. Kami menggunakan motivasi ini untuk mempersiapkan dan merencanakan. Saya ingin meletakkan dasar yang kuat (grand design olahraga nasional) sehingga akan mudah bagi mereka yang terus melanjutkan di masa depan, karena fondasi dan fondasinya sudah ada di sana.” Dan Menteri Olahraga menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan