2020-08-06 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyambut sembilan pelaut Indonesia (ABK) yang dipulangkan ke Korea Selatan di Terminal 3 Bandara Internasional Tangerang Soekarno-Hatta di Banten Jumat malam (29/5/2020) -Selamat Datang Menurut “Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia” (PPMI) No. 18 tahun 2017, ABK berfungsi sebagai dukungan moral dan perhatian pemerintah terhadap nasib pekerja Indonesia. Kesembilan anggota awak yang kembali ke Indonesia adalah Nugi Pagestu (Bandung) / Jawa Barat); Eko Abdurrachman, Rohman dan Agung (Cirebon / Jawa Barat); Aidu (Lampung Selatan / Lampung).

Empat anggota kru lainnya, yaitu Arief Saefudin (Kediri / Jawa Timur); Rasilan (Kibumen / Jawa Tengah), David Marvino (Jakarta Utara / DKI Jakarta), dan “Eri Gram (Palu / Sulawesi Tengah) “.

“Pemerintah sedang melakukan berbagai upaya untuk memastikan bahwa semua kisah tragis tentang penderitaan dan kekerasan terhadap ABK Indonesia tidak terulang, termasuk memperkuat pengawasan dan pengawasan. Fauziyah mengatakan, ABK, Ida Fauziyah mengatakan bahwa jika mereka ingin Bekerja di luar negeri sebagai ABK, mereka dapat belajar dan mengalami, mendorong staf untuk mempelajari kontrak kerja dengan hati-hati sebelum pergi, dan memahami kredibilitas dan legitimasi perusahaan. -Juga meminta para kru untuk mengunjungi kantor Disnaker setempat atau toko serba ada di daerah tersebut Layanan Terpadu (LTSA). “Jadi, sebelum Anda pergi, silakan periksa kontrak kerja, dan kemudian periksa kredibilitas dan legitimasi perusahaan yang akan mengirimkan barang terlebih dahulu,” katanya.

Namun, Ida Fazia ( Ida Fauziyah) mengatakan bahwa dia terkejut dengan kesabaran sembilan anggota awak yang kembali dengan selamat ke negara asal mereka dan dipengaruhi oleh daya tarik agen. Langkah-langkahnya, “katanya.

Artikel lain dari Ida Fauziyah adalah bahwa anggota kru menceritakan tentang pengalaman buruk ini melalui media sosial mereka.

Tinggalkan Balasan