2020-08-06 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dekan Departemen Ekonomi Sekolah Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (IPB), Sahara percaya bahwa sektor pertanian saat ini merupakan tulang punggung perekonomian nasional, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menurut dia, ini telah diterjemahkan ke dalam peningkatan ekspor pertanian, tetapi masih tumbuh secara signifikan. Sementara sektor lain mengalami penurunan, sektor pertanian terus menunjukkan kinerja positif. Sahara mengatakan dalam siaran pers yang diterima oleh Tribunnews, Selasa (19/5/2020): “Kita dapat mengatakan bahwa sektor pertanian adalah penyelamat ekonomi Indonesia, terutama karena sekarang kita menghadapi penyebaran pandemi.” Di Gurun Sahara setelah Covid-19, fokus pengembangan sektor pertanian dan industri hilirnya harus menjadi perhatian utama semua pembuat kebijakan. Di Gurun Sahara, langkah ini harus diambil karena nilai ekspor pertanian tetap positif. Dia mengatakan: “Misalnya, industri hilir di sektor pertanian harus fokus pada peningkatan nilai tambah sektor pertanian. Pemerintah harus lebih memperhatikannya karena ekonomi kita dilestarikan.” Menurut laporan, total nilai ekspor pertanian yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik meningkat dari tahun ke tahun. Volume transaksi adalah 12,66% dan volume transaksi adalah US $ 280 juta. Total ekspor Indonesia mencapai US $ 53,95 miliar, meningkat 0,44% dari tahun sebelumnya.

Baca: Dalam situasi perlambatan ekspor, ekspor produk pertanian meningkat dari Januari hingga April 2020

Dari Januari hingga April, ekspor produk pertanian juga meningkat sebesar 15,15%. Prestasi ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, produk yang ditanam adalah pilar utama ekspor sektor pertanian, karena buah-buahan dan sayuran lokal dapat bersaing di pasar internasional.

“Departemen penanaman kami sudah cukup.” Karena itu, ekspor dapat dilakukan. Karena itu, tujuan utama pemerintah adalah memenuhi permintaan akan produk-produk utama, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan