2020-08-06 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Memasuki bulan suci Ramadhan (Ramadhan) pada Jumat (24/4/2020), Dana Bergulir, Lembaga Manajemen Koperasi Usaha Kecil, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mulai berorganisasi melalui aplikasi konferensi digital Zoom Melakukan pertemuan virtual dengan direktur dan semua karyawan LPDB-KUMKM.

Dalam pertemuan singkat, CEO LPDB-KUMKM Supomo menyatakan pentingnya tiga (tiga) kata sederhana, tetapi mereka memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, yaitu “tolong”, “maaf” dan ” Terima kasih”.

Tiga kata ajaib ini adalah prinsip bersosialisasi seumur hidupnya di mana pun dia berada, terutama di lingkungan kerja.

“Yayasan adalah komunikasi yang baik, yang baik untuk lingkungan, terutama ketika perusahaan menghadapi masa-masa sulit.” Supomo berada di depan semua karyawan yang ditemukan di layar komputer di Jakarta pada Kamis (23/4/2020) Mengatakan.

Supomo juga meminta maaf atas status pandemi Covid-19 karena menjadikannya mimpi tertinggi LPDB-KUMKM. P sebenarnya tidak ada di antara karyawan.

“Harus mematuhi dan mematuhi semua peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dia kemudian mengatakan bahwa itu untuk kepentingan kita semua, terutama untuk kepentingan LPDB-KUMKM.

Untuk mitra LPDB-KUMKM” Aktivitas “blusukan” masih berlangsung, ini merupakan upaya untuk mengamankan tindakan spesifik dalam kesulitan yang dihadapi oleh bola dan LPDB-KUMKM di masyarakat, terutama dalam kesulitan yang dihadapi oleh usaha mikro, kecil dan menengah, terutama para peserta koperasi.

Hanya pada satu-satunya dasar untuk melaksanakan koperasi yang mampu mendukung rebound krisis ekonomi di Indonesia hari ini

Pengalaman Indonesia pada tahun 1998, 2008 dan 2013 jelas menunjukkan bahwa hanya koperasi yang dapat memiliki ekonomi yang sangat serius pada waktu itu Bertahan dari dampaknya.

Koperasi telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional, yang dapat dipahami sebagai “tulang punggung” ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan