2020-08-06 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Administrasi Umum Transportasi Maritim Kementerian Perhubungan sekali lagi memberikan bantuan gratis untuk 271 perahu kecil tradisional dan peralatan keselamatan kapal untuk para nelayan dan awak kapal Provinsi Lampung melalui Biro Manajemen Pelabuhan Panjang (KSOP) kelas satu. Kali ini, KSOP Panjang menargetkan para nelayan di Teluk Lampung, yang diserahkan oleh Andi Hartono, kepala Kantor KSOP Kelas I Panjang, yang terletak di Desa Lajasing Sukajaya, Kabupaten Pesawaran, Teluk Pandan, Negara Bagian Lampung. Diserahkan kepada 5 perwakilan yang memenuhi persyaratan implementasi perjanjian kesehatan Covid-19.

Sekitar empat bulan, KSOP Panjang berfokus pada realisasi pengukuran dan pencatatan kios kapal tradisional di bawah GT. Tujuh pelabuhan disediakan gratis atau gratis di beberapa pelabuhan di Provinsi Lampung sehingga komunitas nelayan dan pemilik kapal dapat memperoleh manfaat dari legalitas kapal mereka.

“Sejak pemasangan kabin pengukur, hingga 307 kapal tradisional telah disurvei. Selama proses implementasi, 6 lorong kecil ditambahkan, sehingga total 271 langkah kecil dikeluarkan dan diserahkan kepada pemilik kapal. Meskipun Ada 36 unit kapal yang tidak dapat menyelesaikan data kapal, dan ada 5 unit kapal lebih besar dari 7 GT, tetapi surat kapal harus melalui mekanisme yang berbeda, “kata Andi.

Selain itu, Andi menjelaskan hal itu sebagaimana diharuskan oleh hukum. Menurut UU Berlayar No. 17 tahun 2008, setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan di laut harus memiliki sertifikat kewarganegaraan kapal.

Untuk kapal dengan tonase kotor (GT) kurang dari 7 GT, Pas Kecil adalah dokumen yang sangat penting, yang dapat digunakan sebagai dokumen pemilik kapal, sertifikat kapal nasional, dokumen integritas pelayaran, keselamatan navigasi, jaminan kredit komersial, dan di laut atau Memfasilitasi pengumpulan data jika terjadi bahaya selama perjalanan.

“Ini membuktikan bahwa selain memberi nelayan” langkah kecil “, ada juga negara untuk meningkatkan keselamatan nelayan. Andy berkata:” Bernavigasi di area kerja KSOP kelas satu juga didistribusikan ke tradisional Awak kapal. “-Untuk pertimbangan keselamatan maritim, KSOP Kelas I memungkinkan perusahaan untuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk mendistribusikan 84 jenis perangkat keselamatan,” kata Andy, dalam bentuk jaket penyelamat untuk kru sekoci tradisional di Desa Lempasing Sukajaya di Pesawaran, Provinsi Lampung 498 jaket pelampung dibeli, “kata Andy. Penyerahan simbolis dikoordinasikan oleh Asosiasi Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Pesawaran dan Cabang Bandar Lampung.

Tinggalkan Balasan