2020-08-05 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menerapkan pembatasan sosial skala besar di banyak daerah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, yang memengaruhi krisis di berbagai sektor mulai dari kesehatan hingga ekonomi. Di Kota Malang, aplikasi PSBB akan dimulai besok (17/5/20).

Sebelum penerapan PSBB, dunia maya dikejutkan oleh aksi viral para pedagang di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mereka membuang produk tanaman yang harus dijual. Tidak hanya dibuang, beberapa sayuran juga dibagikan kepada pengguna jalan secara gratis. Tindakan itu diambil karena sayuran tidak dijual.

“Jadi mereka membuang sayuran karena pasar di sana tutup (Jawa Timur). Jadi mereka tidak bisa menjual sayuran, jadi mereka harus membuangnya,” kata general manager dari departemen pertamanan. Perusahaan Pertanian Prihasto Setyanto dalam surat konfirmasi, Sabtu (16/5/2020).

Prihasto mengumumkan bahwa distribusi sayuran gratis ke sungai dan distribusi petani gratis kepada pengguna jalan bukan karena berkurangnya curah hujan. Harga tanaman sayur-sayuran yang ditimbulkan oleh panen raya naik pada saat yang sama: “Tetapi kendala ini telah diatasi, dan kami telah mengatasinya. Oleh karena itu, sekali lagi, blokade disebabkan oleh blokade pasar,” katanya. Tindakan pedagang mendistribusikan sayuran dan virus menyebar di berbagai platform media sosial, seperti Twitter dan Instagram di pasar sayur Kedungboto. Pasar telah lama menjadi pusat perdagangan produk tanaman, yang merupakan hasil budidaya oleh penduduk setempat. Setiap malam, sayuran dibeli dan dijual di mana-mana di pasar.

Dalam video tersebut, seorang penjaga toko dengan kemeja biru dan pakaian hitam sepertinya sedang melemparkan sayuran ke sungai. Selain itu, pengusaha lain yang mengenakan topi ungu dan oranye dan cokelat berpartisipasi dalam kegiatan melempar sayuran mustard ke sungai.

“Tolong Entwik e golek maneh, ajur-ajur. Rombongesisan. Tolong jangan onok maneh, (uang habis, riset lagi, musnah, grup ini sudah tidak ada lagi”), umumkan bahwa salah satu petani ada di Dalam menonton video yang sangat baik perilaku pedagang dalam rekaman video, Prihasto mengatakan bahwa pengaruh PSBB memang salah satunya, karena banyak restoran atau industri memasak lainnya ditutup sementara, dan permintaan untuk makanan yang diproduksi oleh petani memang menurun. Dia berkata: “Saya berharap pandemi ini akan segera berlalu, sehingga kegiatan kami dapat dilakukan secara normal lagi.”

Tinggalkan Balasan