2020-08-05 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah mengundang serikat pekerja (SP / SB) dan pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata untuk mempromosikan dialog sosial dalam menghadapi dampak epidemi Covid-19. Situasi ini tidak menguntungkan bagi pemerintah, pengusaha dan pekerja.

Menda Ida mengungkapkan bahwa pemerintah sadar bahwa pariwisata adalah industri yang paling terpengaruh oleh epidemi Covid-19. Menghadapi Corona, Menaker mengklaim bahwa partainya berkoordinasi dengan Disnaker di 12 provinsi sehingga direktur Departemen Tenaga Kerja dan Imigrasi dapat mengidentifikasi pekerja yang terkena dampak.

Dua pekerja dipecat atau diberhentikan untuk membuat rencana Departemen Tenaga Kerja sepenuhnya benar.

Dalam hal ini, Menda Ida meminta SP / SB untuk membantu mengidentifikasi pekerja yang membutuhkan Kementerian Tenaga Kerja. –Data dan informasi diperlukan untuk menemukan solusi dalam waktu dekat. Rencana kerja pemerintah.

“Yang diperlukan adalah kerja sama yang mempromosikan dialog sosial untuk menemukan solusi terbaik dan menghindari PHK. Tidak ada yang membutuhkan status quo dari epidemi Covid-19. Ini bukan hanya masalah, pekerja, pengusaha dan pemerintah,” Menaker Ida Fauziyah mengatakan saat teleconference dengan SP / SB Tourism dan Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jakarta pada Senin (23/3/2020) melalui konferensi video. Dalam mendukung kebijakan moneter dan fiskal yang diusulkan oleh Presiden Jokowi, Menak Ida menyatakan bahwa partainya mengalokasikan anggaran pemerintah untuk rencana yang dapat digunakan untuk menghadapi goncangan Covid-19 (realokasi). Kursus meliputi pelatihan BLK, pelatihan pra-kerja dan ID insentif, program padat karya, tenaga kerja mandiri (TKM), teknologi tepat guna (TTG), pelatihan kejuruan, dll.

Tinggalkan Balasan