2020-08-05 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Fadjry Djufry, kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), menegaskan bahwa produk tanaman antivirus berbasis korona (eucalyptus) akan diproduksi secara massal oleh lembaga swasta. Menurutnya, Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) hanya melakukan penelitian, “Kami telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta dan mereka telah sepakat untuk memproduksi produk secara massal,” Fajri mengontak, Sabtu (7/4/2020). — Kita tahu bahwa selama proses produksi, Bali Bangdan bekerja sama dengan PT Eagle Indo Pharma untuk membantu mereka mempromosikan produk mereka ke masyarakat luas.

Sektor swasta dari perusahaan ini juga tidak asing, karena sudah menghasilkan produk seperti kayu putih. minyak.

Balitbangtan tidak hanya di negara ini, tetapi juga memimpin pendekatan kolaboratif dengan mitra asing seperti perusahaan farmasi Jepang, Kobayashi Rusia dan Aptar Pharma.

Kedua perusahaan telah melakukan kegiatan pemasaran di beberapa negara / wilayah, termasuk Asia Tenggara, Cina, Jepang, Amerika Serikat, Rusia dan Eropa. Dia mengatakan bahwa setidaknya kita dapat membantu menghentikan penyebaran COVID-19.

Untuk referensi, ada banyak bentuk produk antivirus, seperti inhalansia, rollerballs, salep, balsam dan dispersan. Indi Dharmayanti, kepala Pusat Penelitian Veteriner, menjelaskan bahwa produk KNI digunakan secara efektif setiap hari.

Tinggalkan Balasan