2020-08-05 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Swedia (Mandan) Syahrul Yasin Limpo secara simbolis mengekspor 4.000 ton jagung dan turunan gandum senilai 4.000 rupee dari Kota Banten. 16,2 miliar dolar AS dikirim ke negara tujuan di Cina dan Filipina. Dia juga mendorong banyak negara untuk terus memperluas akses pasar untuk produk jagung dan gandum. Syahrul mengatakan dalam sebuah wawancara saat berkunjung ke pabrik pengolahan gandum di daerah pelabuhan Krakatau milik PT Bunga Flour Mill Indonesia bahwa ini adalah kegiatan untuk mempromosikan ekspor PT Bungasari, dan saya pikir ini adalah kegiatan untuk mempercepat ekspor Indonesia. Menteri Pertanian Negara Samandera, Tegal Ratu, Ciwadan, Cilegon, Banten (Sabtu) (20/18/20) mengungkapkan bahwa menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada Juni 2020 mencapai 12,03 miliar dolar AS. Dibandingkan dengan US $ 10,53 miliar pada Mei 2020, pencapaian ini meningkat 15,09%. Dia mengatakan: “Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian akan terus mempercepat pembangunan. Kami akan terus mempromosikan dan mengoptimalkan pertanian untuk membantu negara kita.” -Mentan menambahkan bahwa upaya terus-menerus sedang dilakukan untuk produksi dalam negeri dan peningkatan ekspor. Namun, jika harus diimpor, ia bermaksud untuk mengekspornya kembali dalam bentuk yang sudah jadi untuk menambah nilai.

Ali Jamil, direktur Biro Karantina Pertanian, menjelaskan bahwa pihaknya mempromosikan penumpukan turunan jagung Banten dan jagung. Hingga 4.000 ton Rp. 16,2 miliar dolar AS termasuk tepung jagung, gluten jagung dan tepung jagung dan dedak, sisanya diproduksi. Jamil (Jamil .

) Dia menambahkan bahwa 204 ton dedak gandum diekspor ke Filipina dan 656 ton dedak gandum diekspor ke China. Total 860 ton dikemas dalam 8 kontainer dengan nilai ekonomi Rp. 3,4 miliar.

Arum Kusnila Dewi, kepala Pusat Karantina Pertanian Cilegon II, mengatakan bahwa perusahaan menunjukkan bahwa pada semester pertama dan pertengahan Juli 2020, nilai ekspor telah meningkat secara signifikan, yaitu nilai barang dalam Rp. 118,8 miliar dolar AS, naik hanya Rp 16 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 6,8 miliar.

Tinggalkan Balasan