2020-08-05 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sebagai ketua Komite Penyelenggara Piala Dunia 2021 U-20, Menpora Zainudin Amali menekankan bahwa itu harus berhasil diimplementasikan, dicapai, dan diraih keberhasilan administratif. Menteri Pemuda dan Olahraga menyampaikan hal ini dalam sebuah diskusi virtual di IDN Times dengan Ketua PSSI Mochamad Iriawan dan mantan Direktur PSM Makassar Widya Syadzwina (Makassar Widya Syadzwina) Situation Room, Jumat malam (07/7) 20/2020), lantai 9 Graha Pemuda Senayan, Jakarta Pusat. Dalam diskusi hangat berjudul “Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 dan memulai kembali Ligue 1”, Menteri Pemuda dan Olahraga menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah acara besar yang disebut Piala Dunia U-20.

“Ini adalah tujuan besar sejauh menyangkut negara kita. Kita semua bekerja keras. Mari kita bersama-sama membuktikan bahwa Indonesia aman dan dapat menyelenggarakan acara kelas dunia. Kami telah diuji. Jika kami dapat bergerak maju, Kami dapat menjadi tuan rumah Piala Dunia (premium), Menteri Pemuda dan Olahraga berharap. Untuk stadion yang saat ini ditetapkan sebagai tempat, jika FIFA telah mencapai kesepakatan nanti, diperlukan renovasi skala kecil atau skala besar .- “Untuk keenam masih menunggu Tempat yang diperbaharui, apakah itu kecil atau besar, sedang menunggu Inpres. Itu akan dilakukan oleh KemenPUPR nanti karena melibatkan infrastruktur, “kata Menpora. Dalam hal PSSI, tugas utama adalah melakukannya untuk tim nasional dari semua aspek. Bersiaplah, termasuk pelatihan.

– Seperti yang kita semua tahu, pelatih Shin Tae-yong masih berada di negara asalnya, Korea Selatan, dan ia diminta untuk segera kembali untuk mengimplementasikan peta jalan menuju sukses.Untuk tim nasional senior, ini diperlukan untuk meningkatkan peringkat FIFA. Mengenai kompetisi Ligue 1 yang terpaksa menolak karena pandemi Covid-19, diharapkan akan ditunda melalui penyesuaian dan kondisi. PSSI Mochamad Iriawan. Akhirnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga secara khusus akan menargetkan rencana pembukaan kembali Ligue 1 dan terus bekerja dengan kesehatan. Kementerian dan satuan tugas berkoordinasi untuk membuat mereka mematuhi perencanaan yang cermat dan penerapan prosedur kebersihan yang ketat. (*)

Tinggalkan Balasan