2020-08-05 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN) Tingkat II, Kamis (12 Maret 2020) menjatuhkan sanksi terhadap tersangka PT dan Direktur PT. DGI, HMD menjatuhkan denda sebesar Rs 5 juta atau penjara selama satu bulan karena pelanggaran hukum dan peraturan perburuhan PT. DGI .

Pada persidangan, tidak ada peraturan perusahaan (PP) untuk sanksi yang dikenakan pada DGI, dan PT dokumen ini adalah no 1 / Tipiring / II / 2020 / PPNS-Naker. DGI .

Baca: Ratusan perusahaan Jepang mendukung program pemagangan Kementerian Tenaga Kerja

“Kami mengutamakan penerapan UU Pencegahan dan Pendidikan Pencegahan. Jika kedua metode telah diterapkan tetapi masih diabaikan atau tidak dihargai, Anda harus Menerapkan keadilan represif Direktur Penegakan Tenaga Kerja Iswandi Hari (Iswandi Hari) mengatakan di Jakarta pada Kamis (3 Desember 2020). Perusahaan yang melanggar undang-undang ketenagakerjaan dirancang untuk mencegah pengusaha yang melanggar undang-undang ketenagakerjaan.- — Baca: Kementerian Tenaga Kerja akan memperluas pasar tenaga kerja khusus untuk mengurangi pengangguran

Iswandi Hari berkata: “Saya harap perusahaan dapat mematuhi peraturan ketenagakerjaan. “— Hari percaya bahwa fakta telah membuktikan bahwa DGI melanggar Pasal 108, paragraf 1, UU No. 13 tentang Ketenagakerjaan tahun 2003, yaitu,” Pengusaha dengan setidaknya 10 pekerja harus membuat PP yang valid setelah disetujui oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk. “- Saksi dari inspektur tenaga kerja Agus Farich Husni dan 3 penyelidik pegawai negeri sipil (Sumanti, Herybertus Opat, dan Arief Wahyudiana) menghadiri pertemuan rekrutmen. K3 dan kepala Divisi Investigasi Kriminal Agus Subekti dan Divisi Investigasi Kriminal Norma K3 Penanggung jawab, Ronald F Panggabean. (BJN *)

Tinggalkan Balasan