2020-08-04 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Profesor Rully Indrawan, menyatakan bahwa pihaknya sedang merumuskan kebijakan khusus untuk koperasi yang melibatkan restrukturisasi kredit untuk para anggotanya.

Rully Indrawan di Jakarta, Sabtu (28/3/2020) menunjukkan bahwa situasi saat ini sedang terjadi. Tidak alami atau tidak normal. Karena itu, tidak ada kebijakan yang dapat memuaskan semua pihak.

“Ayo, mungkin keuntungannya tidak sebaik di masa lalu, tetapi jika memungkinkan, jangan kalah. Jadi pikirkan seperti ini. Karena kita mencari keseimbangan antara koperasi di antara anggota koperasi,” kata Luly. Rouli menekankan bahwa partainya tidak ingin koperasi jatuh. “Koperasi perlu mengambil sikap yang berbeda terhadap industri perbankan. Karena koperasi milik anggota itu sendiri. Tampaknya kebijakan tentang koperasi juga telah diputuskan. Dikatakan oleh anggota,” kata Profesor Luli. Dia mengatakan bahwa partainya akan membawa kepastian secepatnya. -Pada saat yang sama, general manager LPDB KUMKM Supomo menjelaskan bahwa partainya sudah mulai menghitung atau mempelajari apa yang dikatakan Ketua Chokovi. Supomo mengatakan: “LPDB akan memperhatikan relaksasi koperasi sebagai mitra, misalnya, restrukturisasi terkait dengan masalah pembayaran yang tertunda.”

Untuk Supomo, LPDB dapat terus mempertimbangkan hal-hal santai yang konsisten dengan pekerjaan FSA.

“Jangan khawatir, kami sedang mempertimbangkan mitra. Dalam situasi hari ini, tidak ada manfaat tidak akan berkurang. Kuncinya adalah bahwa LPDB siap untuk merilekskan mitra-mitranya. Jaga prinsipnya tidak berubah, yaitu dari anggota ke anggota yang dapat beroperasi. “Karena hubungan antara koperasi dan anggota berbeda dari hubungan antara bank dan pelanggan,” kata Rulli. Jika tidak, pemerintah akan menyiapkan program untuk membantu.

Tinggalkan Balasan