2020-08-04 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian (Mentan), merilis 6 jenis ekspor pertanian dari Jawa Barat, yang terus tumbuh dan meningkatkan permintaan di pasar ekspor. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat peningkatan dari Januari hingga pertengahan Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu melalui Biro Karantina Pertanian. Menteri Pertanian mengatakan: “Kami sekali lagi membuktikan bahwa pandemi Covidi tidak rusak, dan ekspornya terus bergantung pada pertanian untuk penghidupannya.” Di bawah bimbingan insiden tersebut, acara “Pelepasan Ekspor Pertanian Indonesia” diadakan di Lembang pada Selasa (06) / 16/20). Menteri Pertanian mengatakan: “Ada beberapa hal yang lebih kuat. Tanaman hias yang ditanam oleh kaum muda di halaman kini telah menjadi kebutuhan, dan mereka sekarang mengekspor sekitar 80-200 juta tanaman per bulan.” – Di Cela ) Selama pandemi, volume ekspor kaktus Jawa Barat pada paruh pertama tahun ini telah naik tiga kali lipat atau meningkat 13.700 dibandingkan dengan 32.000 pada periode yang sama tahun lalu, menjadi hanya 28.000. Negara tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, Kanada, Taiwan, dan Korea Selatan.

“Ini membuktikan bahwa kita bisa, kita bisa dan harus berdiri. Kita akan sepenuhnya mendukung ‘apa yang bisa kita lakukan bersama,” Menteri Pertanian SYL menjelaskan.

Selain kaktus, orang yang biasa dipanggil SYL ini juga menyerahkan beberapa sertifikat fitosanitari dari Jawa Barat, yang akan diekspor ke luar negeri dengan nilai total 15,4 miliar rupiah.

6 produk termasuk teh, kopi, jeruk nipis Afrika, sayuran, vaksin dan sarang burung. Menurutnya, mengekspor ke pemerintah adalah kebanggaan negara, dan mengekspor ke rakyat adalah berkah. Memberkati para petani dan perusahaan agro-industri yang mencari nafkah dari sektor ini dan masyarakat sekitar.

“Seperti limau Afrika, harga di pasar domestik adalah sekitar Rp 50.000 per kilogram. Sekarang di Eropa, harganya sekitar Rp 130 ribu. Ini bagus dan memiliki nilai tambah. Selain itu, jika bisa diproses, misalnya, saya Saya yakin kita bisa. “- Selain meliberalisasikan ekspor produk pertanian, Menteri Pertanian juga memeriksa dan mengunjungi rumah kontainer dan rumah kaca milik PT. Momenta Agrikultura juga telah disertifikasi sebagai fasilitas fitosanitasi.

Tinggalkan Balasan