2020-08-04 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka menjaga kontinuitas distribusi gas yang andal setelah insiden Central Processing Plant (CPP) di daerah blok Gundih di Proyek Pengembangan Gas Bumi Jawa (PPGJ), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah mendistribusikan gas alam terkompresi (CNG) Bentuk gas bumi menggunakan teknologi GTM (Modul Transportasi Gas) atau truk Gaslink untuk memastikan keamanan pasokan gas alam dalam negeri di wilayah Semarang. M3 per hari, Blora grand 280-300 M3 per hari. Menimbang bahwa kedua area terkena dampak peristiwa CPP Gundih dan aliran udara berhenti. Manajer Penjualan Heri Frastiono mengatakan: “Rumah pelanggan biasa. Nyala api di kompor pelanggan masih normal dan belum melemah. Tapi ini hanya sementara sampai Gundih CPP kembali normal, karena proses perbaikan belum selesai.” Daerah PGN Semarang (04 / 16/2020).

Heri juga menambahkan bahwa dalam keadaan darurat COVID-19 saat ini, “Konsumsi gas alam Semarang meningkat dua kali lipat. Pada bulan Februari, konsumsi gas alam Semarang mencapai 25.000 M3. Naik menjadi 53.000 M3 pada bulan Maret. Tidak termasuk beberapa kecelakaan. Terakhir kali kami mencoba memastikan bahwa kebutuhan gas alam masyarakat terpenuhi, “katanya.

Dalam rangka memenuhi pasokan gas bumi Semarang, PGN memiliki dua sumber pasokan gas bumi. — Untuk wilayah Semarang sendiri, gas bumi dipasok oleh sumber gas CNG (gas alam terkompresi) di Jawa Timur dan Jawa Barat, yang didistribusikan melalui jaringan pipa distribusi gas alam di daerah Tambak Aji-Wijaya Kusuma. “Kami memastikan bahwa pasokan gas bumi dari kedua sumber akan Terus stabil sampai didistribusikan ke masyarakat. “

Tinggalkan Balasan