2020-08-03 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah secara aktif mengevaluasi ekonomi nasional, yang mulai berkembang lagi sebelum pengenalan standar baru selama pandemi Covid-19.

Pertumbuhan ekonomi diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

Menaker Ida mengungkapkan pandangan ini ketika membahas penerapan perjanjian kesehatan normal baru di DIY Homeware International Indonesia (HII) DIY Sleman. , Sabtu (20/6).

“Alhamdulillah pesanan perusahaan sudah mulai datang, yang tentu saja akan mendorongnya untuk menyerap tenaga kerja. ‘Kerja, akan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” kata Ida Menaker (Ida Menaker).

Menda Ida ingat bahwa ketika dunia bisnis memulai kembali kegiatan produksinya, perusahaan harus menerapkan perjanjian kesehatan dengan baik. Demikian pula, untuk pekerja, prosedur kebersihan harus diikuti untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Menaker Ida berkata: “Sekali lagi, saya ingin memastikan bahwa perusahaan memulai produksi, tetapi semuanya dapat dijamin dari Covid-19.”

Pada hari yang sama dan pada saat yang sama, Menaker mengunjungi PT Sarihusada Generasi di Yogyakarta Mahardhika (SGM). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meninjau penerapan protokol sanitasi di dunia industri untuk mencapai produktivitas dan keselamatan melalui Covid-19.

Berdasarkan hasil wawancara, PT SGM dianggap telah berhasil mengimplementasikan perjanjian sanitasi. Pandemi Covid-19. Menaker menjelaskan: “Salah satu contoh perusahaan yang dapat terus beroperasi selama pandemi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terus beroperasi dan mematuhi perjanjian sanitasi, telah diterapkan.”

Menaker menambahkan bahwa salah satu kunci keberhasilan implementasi perjanjian tersebut Ini adalah percakapan sosial. Dialog sosial semacam ini tidak hanya dapat membantu perusahaan menghadapi berbagai tantangan di masa-masa sulit, tetapi juga membantu perusahaan berkembang dalam periode baru yang normal. Dia mengatakan: “Masalahnya adalah bahwa jika mereka tidak memiliki dialog sosial yang baik sebelumnya, maka selama pandemi, mereka umumnya tidak akan dapat membangun dialog sosial yang baik dengan pekerja.” (*)

Tinggalkan Balasan